Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Tahun ini Capai Rekor 

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta bersama Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). 

Foto: KBI untuk surya.co.id
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta bersama Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Industri Perdagangan Berjangka Komodoti di akhir tahun 2020 diwarnai pecahnya rekor transaksi sepanjang sejarah.

Merilis data dari Bursa Berjangka Jakarta, di tengah pendemi Covid-19 sampai dengan pertengahan Desember 2020, total transaksi tercatat  9.023.951,21 lot.

Pencapaian volume transaksi ini telah memecahkan rekor atas pencapaian transaksi tertinggi dalam sejarah selama 20 tahun beroperasi.

Total volume transaksi tersebut terdiri dari transaksi Multilateral adalah sebanyak 1.617.55 lot dan Bilateral sebesar 7.406.396,21 Lot.

Sebelumnya, rekor transaksi tertinggi di Bursa Berjangka Jakarta terjadi di tahun 2019 dengan volume transaksi sebesar 7,94 juta Lot.

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange mengatakan, pecahnya rekor transaksi ini tentu sangat menggembirakan dan tentunya sesuatu yang positif bagi Industri Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.

"Beberapa faktor tentunya ada dibalik pencapaian rekor transaksi ini. Dari dalam negeri, adanya Covid-19 yang mengharuskan masyarakat melakukan kegiatan dari rumah ," jelas Stephanus, Rabu (23/12/2020).

Selain itu, faktor global seperti pemilu di AS, harga minyak yang pernah menyentuh minus, harga emas yang bergerak naik dan turun cukup drastis, serta semakin meningkatnya kepercayaan investor dalam negeri untuk berinvestasi di perdagangan berjangka turut menjadi stimulus atas naiknya transaksi di Bursa Berjangka Jakarta.

Pencapaian volume transaksi yang terjadi di tahun 2020 ini memberikan optimisme bagi Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik di tahun 2021. 

Selain pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan mulai tumbuh positif, secara global ekonomi pun mulai bergerak pasca covid-19 melanda hampir semua negara di dunia.

Fajar menambahkan, tahun 2021 mendatang, pihaknya optimis transaksi di perdagangan berjangka komoditi akan tumbuh positif.

"Kita tahu, tahun depan Indonesia sudah siap dengan pelaksanaan vaksin Covid-19, tentunya akan memberikan angin segar bagi para pelaku bisnis untuk lebih lincah bergarak. Dan ini tentunya akan memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi nasional," jelas Fajar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved