Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Langkah-langkah Tim Eri - Armuji Hadapi Potensi Gugatan MA di MK Soal Hasil Pilkada Surabaya 2020

PDI Perjuangan siap menghadapi gugatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno (Maju) di Mahkamah Konstitusi (MK).

surya.co.id/bobby constantine
Anggota Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Tomuan Sugiarto saat dikonfirmasi di Surabaya.  

SURYA.co.id | SURABAYA - PDI Perjuangan siap menghadapi gugatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno (Maju) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Partai pengusung Eri Cahyadi dan Armuji ini menyiapkan berbagai bukti dugaan pelanggaran tim pasangan Maju.

Hal ini disampaikan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Dugaan pelanggaran itu di antaranya: pembagian sembako, sarung, baju, hingga uang saat kampanye.

Bukti-bukti dugaan pelanggaran tersebut akan dibeberkan  di sidang MK. Apabila, Machfud-Mujiaman menggugat kemenangan yang diraih pasangan Eri Cahyadi-Armudji.

"Bukti yang kami terima berdasarkan laporan masyarakat. Mereka pun siap jadi saksi," kata Tomuan Sugiarto dari BBHAR DPC PDIP Surabaya, Minggu (20/12/2020).

"Seluruh dugaan pelanggaran yang berjumlah puluhan perkara juga sudah kami laporkan ke Bawaslu. Semua itu akan jadi senjata kami di MK," lanjutnya.

Tomuan melanjutkan, dugaan pelanggaran tersebut bertujuan mempengaruhi masyarakat untuk memilih Maju. Bahkan, hal ini disebut dilakukan secara sistematis dan berlangsung massif.

Bahkan, bagi-bagi uang, banyak  ditemukan pada malam hari sebelum coblosan.

"Warga yang menerima sembako wajib melampirkan KTP Surabaya, lalu ada yang bilang datanya akan diinput dalam aplikasi," ujar Tomuan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved