Breaking News:

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Larang Tempat Wisata di Jatim Gelar Event Saat Malam Tahun Baru

Pemerintah provinsi telah membuat aturan tegas, pengusaha pariwisata di Jawa Timur dilarang untuk membuat event apapun di malam pergantian tahun

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menegaskan, bahwa pemerintah provinsi telah membuat aturan tegas jelang momen hari besar keagaamaan natal dan tahun baru (Nataru).

Yaitu, setiap pengusaha pariwisata dilarang untuk membuat event apapun yang memancing adanya kerumunan. Langkah tersebut diambil dengan harapan agar seluruh masyarakat menahan diri tidak melakukan perayaan pergantian tahun demi mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

"Aturannya adalah sudah tegas. Bahwa tidak ada event-event apapun dalam perayaan Nataru kali ini. Jadi dilarang mengadakan event. Selama event liburan sebelumnya, kasus selalu naik," ujar Joni, Sabtu (19/12/2020).

Joni menyebut, kenaikan kasus Covid-19 di Jatim akhir-akhir ini disebabkan masa libur panjang bulan lalu yang membuat terjadinya ribuan orang terpapar dan muncul klaster keluarga dalam jumlah besar.

"Kami berkaca di liburan long weekend kemarin. Ada lonjakan kasus yang signifikan dan lonjakan ini, dampaknya seperti membuat apa yang kami sudah kerjakan selama ini sia-sia. Ada event, lalu kendor protokol kesehatannya, naik lagi. Kalau berlibur tolong jangan lupa protokol kesehatannya. Maskernya, jaga jarak," jelasnya.

Meski pemerintah melarang adanya kegiatan atau event khusus yang digelar di malam tahun baru, bukan berarti tempat wisata dilarang buka. Mereka tetap diperbolehkan buka. Namun tidak boleh menggelar event.

Di Jatim juga belum ada aturan ke tempat wisata harus rapid test atau swab antigen. Imbauam protokol kesehatan terus digaungkan agar seluruh masyarakat aware dan mawas diri bahwa pandemi belum berakhir.

"Tidak ada event Nataru, bukan berarti tutup. Tapi kami ingatkan protokol harus ketat. Pemerintah tidak melarang liburan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pertambahan kasus baru Covid-19 di Jatim terus mengalami kenaikan.

Saat ini di Jatim kembali muncul kembali zona merah di enam kabupaten/kota. Padahal, sebelumnya Jatim sudah nol zona merah, dan 60 persen sudah zona kuning.

Namun, setelah long weekend terjadi pertambahan kasus yang signifikan di Jatim.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved