Breaking News:

Berita Malang Raya

Budidaya Maggot untuk Atasi Permasalahan Sampah di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang

Pembudidayaan maggot tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Black Soldier Fly (BSF) atau lalat hitam.

surya.co.id/rifky edgar
Mahasiswa Polbantan Malang saat membudidayakan maggot untuk mengurangi sampah organik rumah tangga di desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Sabtu (19/12/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Permasalahan sampah yang sempat menjadi persoalan warga Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang kini mulai diatasi dengan pembudidayaan maggot.

Warga bersama Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbantan) kini mulai membudidayakan maggot dengan memanfaatkan lahan yang berada di Desa Tambakasri.

Pembudidayaan maggot tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Black Soldier Fly (BSF) atau lalat hitam.

"Memang permasalahan utama adalah sampah rumah tangga. Kemudian bersama dengan Polbantan melalui program kuliah wirausaha telah membudidayakan maggot," ucap Teguh Gunadi, mentor dari pembudidayaan maggot, Sabtu (19/12).

Dalam membudidayakan maggot, kata Teguh bukanlah persoalan yang susah.
Yang utama ialah harus memiliki tempat yang sesuai agar maggot yang dihasilkan maksimal.

Beruntung, bagi mahasiswa Polbantan Malang kata Teguh, akhirnya mendapatkan tempat untuk membudidayakan maggot di Desa Tambakasri.

Baca juga: Terapkan Sanitary Landfill dan Minimalisir Bau Sampah, Lahan TPA Tlekung Kota Batu akan Diperluas

Baca juga: Sudah 13 Orang Tertangkap Basah Membuang Sampah di Trosobo Sidoarjo, Mereka Disanksi seperti ini

Baca juga: Saat Musim Hujan, Keluhan Bau Sampah dari TPA Tlekung Kota Batu Belum Teratasi

Pasalnya, warga Tambakasri sudah membudidayakan maggot untuk mengentaskan permasalahan sampah.

Serta hasil yang didapatkan digunakan sebagai pakan ikan lele yang juga dibudidayakan oleh warga Tambakasri.

"Memang dalam mengurusi sampah ini tidak hanya diselesaikan dengan konsep saja. Tetapi harus ada tindakan kongkrit agar menjadi sebuah karakter," ucapnya.

Meski berjalan sejak Oktober 2020 lalu, maggot yang dihasilkan oleh mahasiswa Polbantan telah diekspor hingga ke Singapura dan Jepang.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved