Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Update Hasil Pilkada Surabaya 2020: Eri Cahyadi Ungguli Machfud Arifin, Hasil Pleno Gagal Diumumkan

Update Hasil Pilkada Surabaya 2020: Eri Cahyadi Ungguli Machfud Arifin dan KPU Gagal Umumkan Hasil Pleno. Ini penyebabnya

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
www.pilkada2020.kpu.go.id
Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Kamis (17/12/2020) Eri Cahyadi masih ungguli Machfud Arifin 

Penulis: Alif Nur | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.CO.ID - Berikut update sementara hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Kamis (17/12/2020).

Diilik terakhir kali pada pukul 07.00 WIB, paslon nomor 1 Eri Cahyadi masih unggul dari paslon nomor 2 Machfud Arifin.

Sementara itu, KPU gagal mengumumkan hasil pleno rekapitulasi Pilkada Surabaya 2020 yang sebelumnya ditarget rampung dalam dua hari.

Baca juga: Hasil Pilkada Surabaya 2020: Saksi Paslon Protes KPU Gagal Umumkan Hasil Rekapitulasi di Hari Kedua

Baca juga: Hasil Pilkada Jember: Diwarnai Klarifikasi Saksi, hingga Pukul 18.00 Rekapitulasi Baru 4 Kecamatan

Baca juga: UPDATE Hasil Pilkada Sidoarjo 2020: Muhdlor–Subandi Unggul 1,3 Persen, KPU Siap Digugat

Langsung saja berikut hasil Pilkada Surabaya 2020 dilansir dari www.pilkada2020.kpu.go.id.

- Paslon nomor 1: Eri Cahyadi - Armuji mendapatkan 57,2 persen atau 569.715 suara.

- Paslon nomor 2: Machfud Arifin - Mujiaman mendapatkan 42,8 persen atau 426.926 suara.

Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Kamis (17/12/2020)
Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Kamis (17/12/2020) (www.pilkada2020.kpu.go.id)

Dengan catatan data bersumber dari 4920 dari total 5184 TPU atau masih 94,91 persen.

Untuk menilik lebih detail jumlah suara per wilayah di Surabaya, bisa mengakses link berikut ini.

>> www.pilkada2020.kpu.go.id <<

KPU Gagal Umumkan Rapat Pleno

Di lain sisi, rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kota untuk Pilkada Surabaya 2020, kembali dipending, Rabu (16/12/2020) malam.

KPU yang menargetkan rekap rampung dalam dua hari ternyata harus melanjutkan pleno di hari ketiga. 

Sebenarnya, proses rekapitulasi 31 kecamatan sudah selesai dilakukan.

Rapat harus dipending sekitar pukul 22.30 hingga Kamis (17/12/2020) siang. 

"Pleno jelas belum ditutup, semua harus tahu bahwa malam ini pleno belum ditutup.

Pleno dibreak untuk pencermatan exel dengan Sirekap," kata Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi. 

Namun, apakah ini berarti molor, Syamsi menyangkal hal itu. Dia menyebut sesuai PKPU 5, rekapitulasi tingkat kota diberi waktu hingga tanggal 17 Desember 2020. 

"Dengan kondisi sudah pukul sekian dan kita laksanakan rekapitulasi di tengah pandemi,

kita memutuskan agar semuanya dalam kondisi sehat tidak dalam kondisi lelah, kita putuskan break," ujar Syamsi. 

Menurut Syamsi, KPU selama pending ini bakal mencermati dan melakukan validasi serta sinkronisasi antara tabulasi rekapitulasi dengan Sirekap. 

Sebab menurut dia, kedua hal itu tercantum dalam ketentuan PKPU.

Terkait Sirekap, pihaknya bakal mencermati. Tujuannya agar tabulasi rekapitulasi dan Sirekap tidak ada masalah. 

"Tentu karena PKPU mengamanatkan dua hal exel dengan sirekap maka kita penuhi," tambahnya. 

Sementara itu Komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan, Soeprayitno mengatakan keputusan melakukan pending di hari kedua itu sudah merupakan kesepakatan forum. 

Selain itu, dia menyebut pihaknya memang perlu menerapkan kehati-hatian dalam proses tersebut. 

"Artinya break itu tidak kehendak KPU tapi kan juga keputusan pleno,

ya itu harus kita junjung tinggi dan kita kedepankan," terang pria yang akrab disapa Nano itu. 

KPU Surabaya menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota untuk Pilkada Surabaya 2020, Selasa (15/12/2020).

KPU menargetkan rekap tingkat kota itu dapat rampung dalam dua hari. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved