Breaking News:

Update Hasil Pilkada Lamongan 2020: YesBro Unggul 42,5 Persen, Kecamatan Paciran Jadi Lumbung Suara

Berikut update hasil Pilkada Lamongan 2020, Pasangan Yuhronur Efendi - Abdul Rouf (YesBro) masih memimpin dengan 42,5 persen, Ini kecamatan yang jadi

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Kolase foto Surya.co.id/KPU
Update Hasil Pilkada Lamongan, Yuhronur Efendi masih unggul, Rabu (16/12/2020) 

Salah satu pasangan calon (paslon) berpotensi menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di masa tenang, di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah.

Itu berawal masuknya laporan dari Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) atas empat temuan dugaan pelanggaran kampanye di masa tenang, Kamis (10/12/2020).

LPKPK mendatangi kantor Bawaslu Lamongan untuk membuat laporan resmi itu.

Ketua LPKPK, Djoni Eko Prasetyo didampingi dua anggotanya melapor dengan menyertakan bukti rekaman video dugaan pelanggaran itu.

Dalam video tersebut, diduga ada pelanggaran oleh oknum guru di sebuah lembaga pendidikan di Lamongan.

Dalam video yang berdurasi 30 detik itu, aroma kampanye terlihat bahkan melibatkan para siswa yang dipandu dua guru di masjid sekolah.

Para siswa dipandu untuk mengikuti yel -yel yang 'mengadopsi' slogan salah satu pasangan calon (paslon) Cabup-Cawabup Lamongan.

Rekaman video tersebut diambil saat para siswa mengikuti proses belajar mengajar dengan mengenakan seragam lengkap SMA.

"Lamongan ...... (meneriakkan slogan paslon tertentu) punya paslon nomor (***), " teriak sang guru.

Para siswa duduk rapi bersila tanpa jaga jarak dan melanggar protokol kesehatan.

"Penanganannya kita serahkan pada Gakumdu," kata Djoni.

LPKPK, kata Djoni, menduga ada pelanggaran dan pidana pemilu.

Ada empat pelanggaran yang terjadi, yaitu dugaan kampanye yang memanfaatkan tempat ibadah di lembaga pendidikan, melanggar protokol kesehatan, melibatkan ASN dan berkampanye di masa tenang.

Sementara Gakumdu dari unsur Polres, Kejaksaan dan Bawaslu yang hadir meminta pelapor untuk melengkapi alat bukti serta saksi.

"Saya diminta untuk melengkapi, seperti menghadirkan saksi. Kami sudah siapkan dua orang saksi yang nanti dihadirkan," kata Djoni.

Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Lamongan, Amin Wahyudin mengatakan bahwa laporan LKPKP masih dalam penyelidikan.

Sebelumnya, Bawaslu juga meminta keterangan sejumlah saksi terkait video viral tersebut.

Dugaan pelanggaran ini bisa ditindak dengan syarat ada dua orang saksi dan pengakuan terlapor.

Kalau didalami ada perintah paslon dalam pelanggaran itu, maka bisa saja paslon tersebut tersangka.

"Itu kalau ada bukti," kata Amin.

Amin menambahkan, potensi pelanggaran ada di salah satu lembaga pendidikan tersebut.

"Mengarah ke situ, karena bukti fisik ada," katanya.

(Hanif Manshuri/Abdullah Faqih/pilkada2020.kpu.go.id/Surya.co.id)*

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved