Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Makna Perayakan Natal dengan Pohon Natal Terbalik oleh Pison Art N Fashion Foundation

"Pohon Natal terbalik sebenarnya bukan hal baru, sudah ada sejak abad ke-7 yang menyimbolkan Allah Tritunggal," ungkap Elizabeth Njo May Fen.

surya.co.id/habibur rohman
NATAL TERBALIK - Sejumlah guru berpose di area Pohon Natal Terbalik di Pison Art N Fashion Foundation Lenmarc Mall Surabaya, Rabu (16/12/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebuah pohon natal berdiri tegak di Pison Art N Fashion Foundation Lenmarc Mall Surabaya.

Berbeda dengan yang lain, pohon ini didominasi warna hitam dan berbentuk terbalik dengan kerucut berada di bagian bawah dan semakin melebar pada bagian atas.

"Pohon Natal terbalik sebenarnya bukan hal baru, sudah ada sejak abad ke-7 yang menyimbolkan Allah Tritunggal," ungkap Direktur Pison Art N Fashion Foundation Elizabeth Njo May Fen, Rabu (16/12/2020).

Inverted Christmas Tree setinggi 3,5 meter ini terbuat dari kawat dengan berbagai macam ukuran. Dihias menggunakan lampu kelap-kelip sepanjang 120 meter dan 16 tinsel.

"Selain itu juga ada beberapa pouch merah berisikan undian Try Your Luck bagi pendaftaran kursus selama Natal," ia menuturkan.

Menurut Afen, sapaan akrabnya, masa pandemi bukan menjadi penghalang untuk berpikir kreatif.

"Kami ingin pohon estetik namun tetap sesuai dengan budget. Akhirnya lahir konsep interved Christmas tree ini," katanya.

Pohon Natal terbalik juga mengingatkan bentuk penyaliban Kristus. Pada abad ke-19, orang-orang kurang mampu merayakan Natal dengan cara menggantungkan pohon Natal di langit-langit karena tidak cukup ruang.

"Berkat itu semua berasal dari Allah, susah payah tidak akan menambahkannya. Menurut saya, bentuk melebar di atas melambangkan berkat dari Yang Maha Kuasa. Kemudian mengerucut menandakan berkat turun ke bawah. Bagi kami, Kristus lahir sebagai anugerah," urai Afen.

Untuk membuat pohon Natal terbalik ini, pihaknya membutuhkan waktu dua hari mulai dari membentuk rangka sampai memasang dekorasi.

"Paling susah itu saat membuat rangka pohon. Karena kami benar-benar membuat sendiri dari awal, konsepnya menyesuaikan dekorasi di Pison yang warnanya hitam dan abu-abu," kata Afen.

Pada momen Natal tahun ini ia berharap dunia semakin membaik dan pandemi covid-19 segera selesai. Menurutnya, pandemi membawa diri kepada Tuhan.

"Semoga semua manusia kembali mengingat kasih dan karunia dari Tuhan kepada kita semua karena sudah mengirimkan putranya untuk menebus dosa kita," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved