Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Hasil Pilkada Surabaya 2020 Terbaru: Eri Cahyadi-Armuji Masih Unggul, Rapat Pleno Diwarnai Skorsing

Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini, Rabu (16/12/2020): Eri Cahyadi - Armuji masih memimpin dan pelaksanaan rapat pleno diwarnai skorsing.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
Kolase foto Surya.co.id/KPU
Update Hasil Pilkada Surabaya 2020 Eri Cahyadi-Armuji masih unggul, Rabu (16/12/2020). 

Penulis: Alif Nur | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.CO.ID - Berikut update hasil Pilkada Surabaya 2020 terbaru hari ini, Rabu (16/12/2020).

Ditilik terakhir kali pada pukul 06.00, paslon nomor 1 Eri Cahyadi - Armuji masih unggul dari paslon nomor 2 Machfud Arifin - Mujiaman.

Baca juga: Ekonomi Makro Indonesia 2021 Diprediksi Lahirkan Jutawan Baru dari Investasi, begini Penjelasannya

Baca juga: Hasil Pilkada Tuban 2020: KPU Persilahkan Pihak yang Tak Puas Hasil Pleno Gugat ke MK

Sementara itu, KPU mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota yang sempat diwarnai skorsing.

Langsung saja berikut hasil Pilkada Surabaya 2020 dilansir dari www.pilkada2020.kpu.go.id.

- Paslon nomor 1: Eri Cahyadi - Armuji mendapatkan 57,2 persen atau 56.305 suara.

- Paslon nomor 2: Machfud Arifin - Mujiaman mendapatkan 42,8 persen atau 425.825 suara.

Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Rabu (16/12/2020)
Update hasil Pilkada Surabaya 2020 hari ini Rabu (16/12/2020) (www.pilkada2020.kpu.go.id)

Dengan catatan data bersumber dari 4907 dari total 5184 TPU atau masih 94,66 persen.

Untuk menilik lebih detail jumlah suara per wilayah di Surabaya, bisa mengakses link berikut ini.

>> www.pilkada2020.kpu.go.id <<

KPU Target Rekap Suara Pilwali Surabaya Rampung dalam 2 Hari

Sementara itu, KPU Kota Surabaya mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota untuk Pilwali Surabaya 2020, Selasa (15/12/2020).

KPU menargetkan, rekap tingkat kota itu dapat rampung dalam dua hari.

Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi mengatakan, sesuai ketentuan dalam PKPU 5 tahun 2020 dan PKPU 19 tahun 2020 menyebut, pasca pelaksanaan rekapitulasi tingkat kecamatan lantas dilanjut di tingkat kota.

"PKPU 5 memberikan jadwal, rekapitulasi kota bisa dilaksanakan tanggal 13-17. Kami mengambil waktu di antara itu, sehingga yang kami laksanakan tanggal 15 sampai 16," jelas Nur Syamsi.

Rapat rekapitulasi itu berlangsung di salah satu hotel di Surabaya. Proses rapat pleno itu berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

KPU sudah membagi 31 kecamatan menjadi dua sesi. Di hari pertama, sebanyak 16 kecamatan direncanakan tuntas. Di antara kecamatan yang dijadwalkan di hari pertama yaitu, Tambaksari, Wiyung dan Jambangan.

Di hari kedua rapat pleno, direncanakan bakal berlanjut sebanyak 15 kecamatan. Di antaranya, Semampir, Rungkut, Sambikerep dan Gunung Anyar.

Mekanisme tata cara dan prosedur rekapitulasi tingkat kota yaitu juga membacakan seluruh data yang ada di dalam D Hasil tingkat kecamatan.

"Itu merupakan produk dari hasil rekapitulasi tingkat kecamatan dan itulah yang kita bacakan selain itu juga dibacakan D keberatan saksi, apakah masih ada keberatan saksi yang harus diselesaikan di tingkat KPU Kota," ujarnya.

Rapat Pleno Sempat Diwarnai Skorsing

Rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kota yang dilakukan KPU, langsung diwarnai skorsing. Rapat yang baru saja dibuka terpaksa harus ditunda selama beberapa menit.

Di antara penyebabnya adalah, Bawaslu meminta dokumen hasil assesment Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya terkait pelaksanaan agenda tersebut.

Ketua Bawaslu Surabaya, M Agil Akbar mengatakan, dokumen itu diperlukan. Sebab, untuk memastikan kegiatan yang dilangsungkan ditengah pandemi itu sudah diyakini layak diselenggarakan.

"Saya pikir itu kepatuhan kita bersama, tidak hanya KPU, kami semua lah," terang Agil saat ditemui di sela rapat pleno, Selasa (15/12/2020).

Agil menyebut, meskipun telah dilakukan assesment oleh Satgas, namun dokumen itu memang diperlukan.

"Cuma kami meminta menghadirkan dokumennya dari Satgas Covid-19. Karena kan ada dokumennya. Kami minta salinannya saja," sambung Agil.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi mengatakan, rapat memang sempat diskors lantaran permintaan mengenai dokumen hasil assesment tersebut.

"Akhirnya kami skors dulu untuk memenuhi prinsip-prinsip protokol kesehatan dengan memberikan hasil assesment satuan tugas," tambah Syamsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Surabaya mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota untuk Pilkada Surabaya 2020, Selasa (15/12/2020). KPU menargetkan rekap tingkat kota rampung dalam dua hari.

(Alif Nur/ Yusron Naufal/ Surya.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved