Senin, 13 April 2026

Penanganan Covid 19

BNPB Bantu Jatim 50 Ribu Rapid Tes Antigen, Gubernur Khofifah akan Masifkan Testing

BNPB memberikan bantuan 50.245 alat rapid test antigen pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (16/12/2020) sore.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
BNPB memberikan bantuan 50.245 alat rapid test antigen pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (16/12/2020) sore. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - BNPB memberikan bantuan 50.245 alat rapid test antigen pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (16/12/2020) sore.

Bantuan tersebut diberikan guna mendorong gerakan masif testing pada warga Jawa Timur yang dalam dua pekan terakhir mengalami peningkatan pesat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tes cepat antigen ini akan dimasifkan untuk menguji mereka warga Jatim yang sudah ditracing kontak erat dengan yang telah dinyatakan positif lebih dulu.

"Alhamdulillah ini akan jadi bagian penguat langkah kita untuk melakukan penanganan kuratif khusus testing sebagai penanggulangan bencana covid-19," kata Khofifah, Rabu (16/12/2020).

Ia mengatakan bahwa dengan meningkatnya jumlah kasus covid-19 di Jatim ini beberapa upaya dilakukan Pemprov Jatim. Hari Khofifah juga telah meresmikan RS Darurat Ijen Boulevard di Malang. Yang akhirnya terealisasi setelah sempat tertunda karena kasus covid-19 di Malang sempat menurun.

"Setelah kelihatan ada kenaikan lagi maka kembali RS butuh relaksasi agar yang bergejala ringan sampai sedang berdasarkan best practice kita di RSDL Indrapura maka di Malang kita merasa perlu menyiapkan itu maka tadi diresmikan, insyaallah besok sudah siap menerima pasien," kata Khofifah.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi. Ia mengatakan alat tes ini memang diminta gubernur diberikan banyak oleh BNPB karena adanya peningkatakan kasus yang signifikan beberapa pekan terakhir.

Alat tes cepat ini akan segera disebar di berbagai daerah di Jatim untuk bisa memasifkan tes cepat antigen yang memiliki kepresisian data hingga 85 persen. Sebagaimana metode tesnya sama dengan tes usap. Namun hasilnya bisa diketahui lebih cepat yaitu sekitar 20 menit.

"Akan langsung kita gunakan. Yang telah kena tracing, tentu kita masifnya. Kalau cepat kita tau yang terpapar maka cepat kita bisa lakukan penanganan supaya mempersempit peluang penyebaran," kata Joni.

Sebagaimana diketahui setelah mengalami pelandaian pertambahan kasus, belakangan di Jatim kasus kembali meningkat. Setelah sempat nol zona merah, saat ini sebanyak enam kabupaten kota di Jatim masuk kembali ke zona merah atau resiko tinggi terpapar covid-19.

"Maka jangan sepelekan protokol kesehatan. Kemarin sudah bagus, tapi kemudian masyarakat lengah, di jalan jalan sekarang mulai banyak lagi warga tidak pakai masker, maka butuh ada pengetatan lagi protokol kesehatannya," tegas Joni.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved