Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Ajak PMI Jatim Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rencana Kontijensi

Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, Ketua PMI Jatim, Imam Utomo dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim, Emil Elestianto Dardak saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (14/12/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Dr (HC) Drs H Muhammad Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (14/12).

Turut hadir dan menyaksikan pelantikan tersebut yakni Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Adapun Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2020 - 2025 yang dilantik adalah Emil Elestianto Dardak yang juga Wakil Gubernur Jatim, serta Sekretaris Dewan Kehormatan, Rasiyo.

Berikut susunan Pengurus PMI Provinsi Jatim Masa Bakti 2020 - 2025:

Ketua: H Imam Utomo.
Wakil Ketua: H Soebagyo SW.
Ketua Bidang Organisasi: Muhammad Taufiq SH MH.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana: Dr Ir R Eddy Indrayana.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial: dr H Harsono.
Ketua Bidang Pelayanan Darah/UDD: dr Nunik Dhamayanti M.Kes.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PMI, H Muhammad Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK mengatakan, PMI pada dasarnya bekerja apabila masyarakat dan bangsa mengalami kesulitan.

Untuk itu, PMI selalu siap siaga ketika terjadi bencana baik banjir, gunung meletus, maupun pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda Indonesia dan seluruh negara di dunia.

“Itu menjadi tugas kita semua, PMI, untuk membantu dengan tujuh prinsip PMI seperti kemandirian, kemanusiaan, tidak diskriminatif, dll,” katanya.

JK mengatakan, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 600 ribu kasus.
Di tengah situasi sulit ini, ia mengajak semua pihak untuk saling membantu dan bekerja bersama-sama.

“Seperti diketahui bahwa untuk mengatasi pandemi ini hanya dengan cara, pertama disiplin masyarakat dalam melakukan 3 M yakni memakai masker, jaga jarak dan juga cuci tangan. Itu adalah perilaku yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri disamping tugas pemerintah yakni 3 T yakni mengetes (testing), menelusuri (tracing) dan mengobati (treatment),” jelasnya.

Menurut JK, saat ini selain memiliki tugas di bidang donor darah, PMI mempunyai tugas dalam penyediaan plasma konvalesen atau plasma darah dari mantan pasien terpapar virus Covid-19.
Di mana ada 15 PMI di Indonesia yang memiliki kemampuan menyediakan plasma konvalesen tersebut, salah satunya PMI Kota Surabaya.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved