Breaking News:

Berita Lumajang

Pengungsi Gunung Semeru Mulai Lakukan Rapid Tes, Ada Gejala Batuk dan Sesak Langsung Diswab

Dinkes Kabupaten Lumajang bersama BPBD setempat mulai melakukan rapid tes terhadap para pengungsi Gunung Semeru, Sabtu (12/12/2020).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Petugas medis saat melakukan rapid tes terhadap satu di antara pengungsi Gunung Semeru di Kamar Jajang, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (12/12/2020). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang bersama BPBD setempat mulai melakukan rapid tes terhadap para pengungsi Gunung Semeru, Sabtu (12/12/2020).

Bertempat di posko pengungsian Lapangan Kamar Kajang, Kecamatan Candipuro, rapid tes ini dilakukan untuk memastikan para pengungsi tidak terpapar Covid-19.

Danang satu di antara petugas medis yang bertugas mengatakan, rapid tes kali ditargetkan bisa memeriksa sebanyak 150 orang. Selain menyasar para pengungsi, rapid tes ini juga untuk para petugas maupun relawan.

"Jadi semua bisa ikut rapid dan 150 itu bukan patokan. Kalau bisa malah sebanyak-banyaknya," ujar Danang, Sabtu (12/12/2020).

Dikatakan Danang, rapid tes kali ini menggunakan metode anti-gen. Hasil rapid tes tersebut bisa langsung segera diketahui.

"Setidaknya hanya butuh waktu 15-20 menit hasil pemeriksaan sudah bisa dipastikan," katanya.

Danang menjelaskan, jika hasil rapid ada yang mendapat hasil reaktif diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.

Baca juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Kembali Terjang DAS Piket Nol Pronojiwo Lumajang

Baca juga: Nekat Menambang, Truk di Lumajang Terseret Lahar Dingin Gunung Semeru

Namun, jika hasil reaktif dan orang tersebut memiliki gejala klinis, maka petugas akan melakukan pemeriksaan yang lebih akurat.

"Kalau ada gejala batuk, panas, sesak akan kami tes swab," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved