Breaking News:

Pilkada Trenggalek 2020

Suara Tidak Sah Tinggi, JaDI Sebut Indikasi Minimnya Politik Uang di Pilkada Trenggalek 2020

Mas Ipin itu mengklaim, angka kemenangan 68,20 persen berdasarkan perhitungan tim internal merupakan suara yang didapat dari ketulusan pemilih.

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Proses rekapitulasi suara tingkat kecamatan di Kantor Kecamatan Trenggalek, Jumat (11/12/2020). 

TRENGGALEK, SURYA.CO.ID – Suara tidak sah dalam Pilkada Trenggalek 2020 diprediksi tinggi. KPU Kabupaten Trenggalek memprediksi, jumlah suara tak sah ketika coblosan pada 9 Desember lalu sekitar 11 ribu suara.

Dari fakta itu, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Trenggalek menganggap, tingginya surat suara tak sah mengindikasikan beberapa hal.

Salah satunya, indikasi minimnya politik uang pada Pilkada Trenggalek kali ini.

Sebab, menurut Ketua JaDI Trenggalek, Suripto, politik uang punya kecenderungan meningkatkan partisipasi memilih dan mengecilkan kecenderungan surat suara tak sah.

“Saya pikir money politic menentukan. Hal ini terkonfirmasi, misalnya, kami menemukan di salah satu TPS, ada surat suara yang dicoblos kedua pasangan calon dan diberi tulisan ‘tidak ada uangnya, saya coblos semua’,” ungkap Suripto.

Secara umum, JaDI Trenggalek melihat, potret kondisi tersebut menunjukkan bahwa kalaupun ada politik uang di Pilkada Trenggalek 2020, jumlahnya sedikit.

“Karena money politic meningkatkan partisipasi. Tapi, tingginya partisipasi juga tidak ada hubungannya dengan peningkatan kualitas demokrasi. Jadi money politic harus dihilangkan. (Kondisi) ini sudah tepat,” sambung dia.

Calon Bupati Petahana, Mochamad Nur Arifin juga sempat memberikan pernyataan serupa ketika jumpa pers, Rabu (9/12/2020) malam.

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu mengklaim, angka kemenangan 68,20 persen berdasarkan perhitungan tim internal merupakan suara yang didapat dari ketulusan pemilih.

“Bukan angka dari pembelian suara. Dan itu adalah harga yang sangat mahal. Dan kami merasa sangat terhormat diberikan kepercayaan,” kata Mas Ipin.

Baca juga: KPU Trenggalek: Di Bawah Target, Partisipasi Pilkada Sekitar 67,51 Persen

Ia juga mengklaim, pelaksanaan pilkada kali ini merupakan pesta demokrasi terbersih sepanjang pilkada di Trenggalek.

“Mungkin salah satu yang terbersih selama saya mengikuti dinamika politik di Trenggalek,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved