Pilkada Jember 2020

Sekda Kabupaten Jember Mirfano : Pencoblosan Pilkada Jember 2020 Tertib Protokol Kesehatan

Mirfano memantau langsung penerapkan protokol kesehatan itu di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS)

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Mirfano memantau langsung penerapkan protokol kesehatan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (9/12/2020). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Mirfano menyebut protokol kesehatan secara disiplin diterapkan di hari H Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember, 9 Desember 2020.

Mirfano memantau langsung penerapkan protokol kesehatan itu di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ketika memantau bersama rombongan Forkopimda Kabupaten Jember, Rabu (9/12/2020).

Menurutnya, Pilkada di Kabupaten Jember berlangsung tertib di tengah pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan dilaksanakan ketat, seperti menjaga jarak, cuci tangan, memakai sarung tangan sebelum menerima surat suara, dan pengecekan suhu tubuh, hingga pengaturan jadwal kehadiran pemilih secara baik.

Mirfano meninjau sejumlah TPS seperti TPS 30 di Kecamatan Bangsalsari, Kecamatan Tanggul di TPS 11, dan terakhir di Kecamatan Umbulsari.

Mirfano mengatakan, pelaksanaan pencoblosan di tiga TPS yang dia tinjau cukup menjadi gambaran proses Pilkada di Kabupaten Jember secara menyeluruh.

“Alhamdulillah pelaksanaan cukup baik, mereka menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, dan saya kira dari tiga lokasi ini cukup mewakili,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator PHL Panwascam Umbulsari Haji Singgih.

Ia mengatakan, proses pemungutan suara di sejumlah TPS di Umbulsari berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan.

Saat dimintai keterangan, ia menegaskan belum ditemukan bentuk pelanggaran Pilkada maupun laporan dari warga terkait proses demokrasi yang menyalahi aturan.

Sementara itu, dari pantauan SURYA.CO.ID, protokol kesehatan memang secara ketat dilakukan di sejumlah TPS di Jember.

Setiap TPS mengatur jadwal kehadiran pemilih.

Setiap satu jam, jumlah pemilih yang datang rata-rata maksimal 40 orang dan bisa kurang dari itu, tergantung jumlah DPT.

Petugas juga memeriksa suhu tubuh pemilih sebelum masuk TPS. Petugas juga memberikan sarung tangan.

Petugas juga memberikan masker jika ada pemilih yang tidak bermasker.

Juga ada bilik khusus bagi mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved