Breaking News:

Berita Pendidikan Surabaya

Sambut Merdeka Belajar, Dindik Jatim Gelar Anugerah Olimpiade TIK 2020, Tenaga Pendidik Boleh Ikut

Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim melalui UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) menggelar Penganugerahan Olimpiade TIK 2020.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA -  Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim melalui UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) menggelar Penganugerahan Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Digital 2020.

Kegiatan ini tak hanya menyasar siswa SMA/SMK dan SLB  di Jatim, tapi juga tenaga pendidik dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah. 

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan olimpiade TIK digital merupakan salah satu kegitan sebagai implementasi Nawa Bhakti Satya yang dicanangkan Gubernur Khofifah dimana salah satu programnya Jatim Cerdas.

"Di era saat ini untuk mewujudkan Jatim cerdas tentu berbasis teknologi digital. Oleh karennya, untuk menggerakkan penguasaan teknologi digital kami menggelar olimpiade TIK ini," ujarnya usai penganugerahan Olimpiade TIK Digital di Ciputra Hall, Kamis (10/12/2020). 

Olimpiade ini, dikatakan Wahid tak hanya diikuti siswa tapi juga guru, sekolah dan cabang dinas pendidikan Jatim wilayah.

Diharapkan melalui  gerakan digitalisasi pendidikan di Jatim bisa di laksanakan di semua elemen yang bergerak di dunia pendidikan. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jatim, Prof Akhmad Muzakki menuturkan olimpiade TIK bukan sekedar lomba. 

Lebih dari itu jusru mempunyai nilai penting yakni kompetisi dan recognisi. 

"Prestasi tak pernah lahir tanpa kompetisi. Dan terbaik disekolah belum tentu jika dibawa ke level lebih tinggi menjadi terbaik pula. Kita berharap bahwa olimpiade seperti ini akan memacu prestasi peserta didik di Jatim," ujarnya.

Sementara itu Kepala UPT Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdie menyebut ada 10 kategori lomba yang diikuti oleh para peserta.

Mulai lomba penyiar dan reporter, lomba desain poster, lomba fotografi, lomba karya tulis jurnalistik, lomba video iklan layanan masyarakat (ILM).

Sedangkan untuk guru lomba tersebut meliputi media presentasi pembelajaran, lomba video pembelajaran dan lomba media pembelajaran interaktif. 

"Kami juga adakan lomba untuk sekolah yakni  eksistensi  channel youtube sekolah dan lomba untuk cabang dinas yakni pengelolaan website cabdin (cabang dinas pendidikan). Untuk masing-masing kategori lomba  diambil juara 1, 2, 3, dan juara harapan. Total ada 48 juara tahun ini," kata Alfian. 

Ditambahkan Alfian, olimpiade TIK 2020 ini sudah digelar sejak 4 November lalu, mulai sosialisasi, pendaftaran online hingga seleksi di tingkat provinsi. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved