Breaking News:

Berita Pamekasan

Dewan Sindir Satpol PP Pamekasan, Ruang Karaoke Disegel Kok Jadi Tempat Pesta Narkoba,

penyegelannya hanya menggunakan stiker, sehingga bisa saja stiker itu dilepas dan ruang karaoke dibuka kembali.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Tempat hiburan sekaligus hotel dan karaoke di Jalan Raya Kecamatan Tlanakan Pamekasan, sudah pernah disegel tetapi pengelola melepas segel sehingga kemudian digerebek aparat Polres Pamekasan, Kamis (10/12/2020). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Penggerebekan sembilan orang yang sedang berpesta ekstasi di hotel dan ruang karaoke sebuah hotel sekaligus resto di Jalan Raya Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Minggu (6/12/2020) malam, mendapat sorotan DPRD Pamekasan.

Karena terungkap bahwa ruangan karaoke yang menyatu dengan hotel itu, ternyata sudah ditutup dan disegel sejak Juni 2020 lalu. Penutupan dilakukan petugas Satpol PP Pamekasan disaksikan anggota DPRD Pamekasan. Waktu itu pintu utama menuju ruang karaoke disegel dengan menempelkan stiker.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Moh Khomarul Wahyudi mengatakan, kejadian itu (penggrebekan) menandakan Satpol PP tidak tegas memberikan sanksi kepada pengelola tempat hiburan di sana. Karena penyegelannya hanya menggunakan stiker, sehingga bisa saja stiker itu dilepas dan ruang karaoke dibuka kembali.

"Dewan sudah berulang kali mengingatkan eksekutif, baik dalam rapat paripurna maupun rapat lain di DPRD, untuk mempertanyakan keseriusan pemkab untuk menutup dan menindak tegas pengelolanya," ungkap anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini kepada SURYA, Kamis (10/12/2020).

Wahyudi menyatakan, penggerebekan ini adalah yang ke sekian lakinya, namun sepertinya pengelola tidak jera dan tetap membuka walau sudah disegel. Jika ini dibiarkan, ia menilai pemkab sudah tidak punya wibawa dan keberanian untuk menindak.

“Ketika rapat dengan banggar beberapa waktu lalu, kami menanyakan lagi soal tempat hiburan di Tlanakan itu. Dan Kepala Satpol PP mengakui ada oknum yang bermain. Dan ketika lokasi itu digerebek dan dijadikan pesta narkoba, kami tidak kaget, karena sampai ini tidak ada keseriusan dari Satpol PP untuk menindak tegas. Sehingga wajar, pengelolanya tidak jera dan melakukan pelanggaran kembali,” ungkap Wahyudi.

Terpisah, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Ainurrahman mengatakan, penggerebekan pesta narkoba di tempat hiburan itu menandakan ketidakpatuhan pengelola terhadap larangan penutupan.

Ainur membenarkan bahwa waktu itu penyegelan hanya menempelkan stiker di pintu, karena petugas terburu-buru. Ia mengaku tidak menyangka, pengelola berani melanggar dengan membuka segel.

“Begitu kami mendengar informasi bahwa lokasi itu digerebek, esoknya kami bersama Polsek Tlanakan mendatangi lokasi itu untuk menyegel menggunakan rantai dan gembok,” kata Ainur.

Ainuir menampik bahwa pihaknya (pemkab) tidak serius, karena sejak dilakukan penyegelan Selasa (22/6/2020) lalu, pihaknya rutin berpatroli untuk melakukan pengawasan. Ia menduga, pengelola tempat hiburan itu memanfaatkan kesempatan ketika petugas tidak lewat, lalu membuka segelnya untuk pengunjung.

"Dan langkah yang dilakukan sekarang ini, selain menyegel dengan gembok, kami juga berkoordinasi dengan Polres Pamekasan untuk membawa pengelola ke ranah hukum. Karena (pembukaan segel) sudah menyangkut perbuatan pidana," tegasnya.

Menanggapi pernyataan Wahyudi bahwa ada oknum yang bermain, Ainur juga membantahnya. Ainur menegaskan tidak mungkin ada oknum yang berani melakukan hal itu. ”Nanti terserah keputusan pengadilan, apakah ruang karaoke ditutup selamanya atau izinnya dicabut,” tandasnya.

Seperti diberitakan, petugas Polres Pamekasan menangkap sembilan orang, dua di antaranya perempuan, sebagai tersangka kasus narkoba jenis ekstasi di kamar hotel dan room karaoke VVIP 11, di hotel/resto di Jalan Raya Tlanakan, Minggu (6/12/2020) malam. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved