Breaking News:

TravelDim

Libur Natal dan Tahun Baru, Pelaku Usaha Pariwisata Kota Batu Diingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Kondisi pariwisata di Kota Batu sudah lebih baik jika dibanding pada bulan-bulan sebelumnya.

surya.co.id/benni indo
Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu 

"Saya akan ke dapur-dapur hotel itu yang masak menggunakan masker atau tidak, kalau ketahuan tidak pakai sudah tutup saja hotelnya," katanya.

Dewanti juga sudah memberi lampu hijau bagi hotel-hotel untuk menggelar acara malam tahun baru.

Dengan syarat tetap pengurangan kapasitas suatu tempat dibatasi hanya 50 persen.

"Terbatas jumlahnya, jamnya juga dan tidak bereuforia berlebihan," katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi, mengatakan pelaku usaha wisata akan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Liburan akhir tahun nanti, pelaku usaha tetap akan menerima wisatawan.

"Tetap harus protokol kesehatan dan kuota 50 persen. Alhamdulillah selama ini memang tidak ada kasus positif Covid-19 di Kota Batu yang berasal dari tempat wisata," katanya.

Anggota PHRI terdiri atas 66 hotel, 16 cafe/resto dan 4 lembaga pendidikan pariwisata.

Adanya pemangkasan cuti bersama oleh Pemerintah Pusat, diprediksi Sujud akan membuat wisatawan akan berlibur tidak di akhir tahun.

Mereka akan mencari hari lain sebagai gantinya.

Soal potensi okupansi, Sujud memperkirakan pada Januari 2021 bisa ada kenaikan.

"Mungkin bergeser bisa bulan Januari 2021 atau hari libur lainnya. Kami berharap Okupansi bisa 50 persen karena pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat berpengaruh," katanya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved