Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Ijazah Kiai Nawawi untuk Eri Cahyadi di Masa Tenang Jelang Pilkada 2020

Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menggunakan masa tenang jelang coblosan Pilkada 9 Desember dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel

SURYA.co.id
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menggunakan masa tenang jelang coblosan Pilkada 9 Desember dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel 

SURYA.co.id, SURABAYA - Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menggunakan masa tenang jelang coblosan Pilkada 9 Desember dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel beserta sanak saudara serta para santri.

Eri dan tim juga menjalankan ijazah dari KH Nawawi Abdul Jalil, Sidogiri, yang didapatkan ketika sowan ke pengasuh salah satu ponpes tertua di Jawa Timur tersebut. Sebelum berziarah, Eri Cahyadi melaksanakan salat ashar berjamaah.

"Hari ini kita menjalankan ijazah Kiai Nawawi Sidogiri Pasuruan. Beliau memberikan ijazah untuk mengamalkan awrad (bacaan wirid) khusus. Dan alhamdulillah hari ini ijazah dari Kiai Nawawi sudah dijalankan," jelasnya, Senin (7/12/2020).

Eri Cahyadi menjalankan ijazah dari Kiai Nawawi tak seorang diri. Ia bersama putra dari almarhum KH Mas Ubaidillah bin Muhammad bin Yusuf At-tijani atau Gus Ubed yang tak lain adalah nazir Masjid Sunan Ampel. Eri adalah keponakan Gus Ubed.

Tampak juga Ra Fathur Rozi Zubair, putra KH Zubair Muntashor. Kiai Zubair adalah cicit dari Syaikhona Cholil, ulama karismatik NU yang tak lain adalah guru banyak kiai besar, termasuk guru dari pendiri NU KH Hasyim Asyari yang pada Minggu (6/12/2020) lalu diziarahi Eri.

Selain menziarahi makam Sunan Ampel, Eri juga nyekar ke makam Syekh Muhammad bin Yusuf At-Tijani, ayahanda dari Gus Ubed. Usai berziarah, Eri melantunkan salawat Nariyah.

“Alhamdullah tadi juga ikut menyertai adik saya, putra dari Gus Ubed, yaitu Gus Yaruk sama Gus Bidin," terangnya.

Saat ditanya perihal persiapan jelang Pilkada Surabaya 2020, mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya tersebut menyatakan kesiapannya. Dia meyakini Allah SWT telah menulis skenario terbaik untuk seluruh umat manusia.

"Menjelang hari H, kami riyadhoh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,“ ujarnya.

"Persiapan hari H, insya Allah, sebagai santri, sebagai warga Nahdliyin, menyakini bahwa ketetapan sudah dituliskan Allah SWT. Sebenarnya nama Wali Kota, selalu saya katakan, sudah tercatat di langit ketujuh. Kalau kita kampanye itu karena hanya ikthiar jasmaninya kita jalankan. Tapi nama itu sudah tercatat, Gusti Allah sudah menakdirkan," imbuhnya.

Eri Cahyadi memang sangat dekat dengan kalangan pesantren. Dia adalah putera dari Urip Suwondo dan Mas Ayu Esa Aisyah.

Nama “Mas” pada ibu Eri ini sebutan khas keturunan Sayyid Sulaiman, seorang wali pendakwah Islam yang dimakamkan di Mojoagung Jombang. Konon sebutan "Mas" diberikan oleh Sunan Ampel kepada Sayyid Sulaiman yang kala itu menjadi santrinya yang cemerlang. Para ulama pengasuh pesantren tersebut memiliki silsilah dengan Sayyid Sulaiman.

Seperti diketahui, sebutan ini populer disematkan pada anggota keluarga beberapa pesantren tua seperti pesantren Sodoresmo di Surabaya, pesantren Ngelom Sepanjang Sidoarjo dan termasuk pesantren Sidogiri di Pasuruan

Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved