Breaking News:

Berita Bondowoso

Pemkab Bondowoso bakal Tinjau Ulang Rencana Pembelajaran Tatap Muka SMP

Pemerintah Kabupaten Bondowoso bakal meninjau ulang rencana pembelajaran tatap muka di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

SURYA.CO.ID/Danendra Kusumawardana
Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat. 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bakal meninjau ulang rencana pembelajaran tatap muka di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Demi keselamatan siswa dan para guru, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tak ingin tergesa-gesa untuk menyetujuinya.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, pihaknya tak ingin ada klaster baru di sekolah.

Sebab, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bondowoso saat ini masih terbilang tinggi.

"Nanti akan kami tinjau ulang pembelajaran tatap muka di Bondowoso. Sekaligus pula kami menunggu vaksin Covid-19. Kami tak ingin ada klaster sekolah," katanya, Senin (7/12/2020).

Menurut Irwan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka masih terlalu berisiko apabila dilangsungkan dalam waktu dekat.

Melihat dari kasus di beberapa daerah, muncul klaster baru kala pembelajaran tatap muka diberlakukan.

"Kemarin, kami mendengar di daerah lain, begitu sudah diuji coba pembelajaran tatap muka, muncul klaster sekolah. Hal ini sangat berisiko," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 5 SMP di Bondowoso diajukan untuk melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

Ke-5 sekolah itu, yakni SMP 1, SMP 3, SMP Wringin, SPM 1 Prajekan dan SMP 2.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso tengah mempersiapkan skema terkait pelaksanaannya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan rencana uji coba pembelajaran tatap muka sudah disampaikan ke Bupati Bondowoso, Salwa Arifin.

Rencana tersebut disampaikan ke Bupati beberapa minggu lalu.

"Dinas sudah mengajukan kepada bupati, untuk uji coba pembelajaran tatap muka. Sementara belum ada jawaban. Dinas tak akan menyelenggarakan, jika tak ada izin tertulis dari bupati maupun Satgas Covid-19," pungkas Haeriyah.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved