Pilwali Blitar 2020

Kawasan Pedesaan di Blitar Jadi 'Battle Field' Politik Uang, KRPK Terjunkan 100 Pemantau

Menurut M Trianto, menjelang pemilihan bupati dan wakil Kabupaten Blitar, yang kurang dua hari lagi, dirinya sudah menyiapkan orang-orang terbaiknya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
M Trianto, koordinator LSM KRPK Blitar. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kawasan pinggiran atau desa-desa di Kabupaten Blitar masih menjadi areal yang rawan terjadinya praktik politik uang atau money politics di masa tenang Pilkada Blitar pekan ini. Bahkan ada beberapa kecamatan yang pantas disebut battle field atau medan pertempuran untuk merebut suara calon pemilih.

Kerawanan terjadinya money politics itu, dipetakan oleh relawan LSM Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) Blitar. KRPK pun menegaskan sudah menyebar sedikitnya 100 anggotanya untuk memantau dan menghadang aksi bagi-bagi kepada calon pemilih menjelang hari H, 9 Desember.

Menurut M Trianto, , menjelang pemilihan bupati dan wakil Kabupaten Blitar, yang kurang dua hari lagi, dirinya sudah menyiapkan orang-orang terbaiknya. Mereka dipersiapkan khusus untuk menghadang dugaan permainan money politics atau bagi-bagi sesuatu kepada calon pemilih.

"Kami siapkan sebanyak 100 orang. Mereka sudah kami gebleng, bagaimana menguntit pergerakan para pemain yang akan menyebarkan duit untuk merayu atau mencari dukungan dari warga," ujar Trianto selaku koordinator LSM KRPK, Senin (7/12/2020).

Ditambahkan Trianto, ke-100 orang anggota KRPK sudah disebar ke sejumlah titik rawan atau minimal 2 orang per kecamatan. Tetapi Trianto merahasiakan titik rawan mana saja, namun timnya sudah mengantongi datanya.

"Mulai sekarang 100 orang itu sudah siap begadang di desa-desa yang bakal dijadikan battle field (medan pertempuran). Data kami, arena itu berada di wilayah pinggiran namun juga di wilayah perkotaan. Dan kota bukan berarti lepas dari pantauan," ungkapnya.

Bagaimana cara tim mengetahui ada pergerakan orang yang akan membagi duit, KRPK sudah memasang orang di masing-masing desa. Setiap ada orang asing atau bukan warga setempat yang datang, warga akan melapor. Selanjutnya, tim yang akan menguntitnya.

"Kami sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, bila menangkap basah para broker atau pemain di pilkada, mereka siap memprosesnya," tegasnya.

Dari dua pasangan calon (paslon) itu, Trianto enggan menjelaskan mana yang berpotensi melakukan praktik itu. Namun ia menilai karena pilkada ini merupakan head to head, maka punya potensi yang sama.

"Ini kan pertarungan dua partai besar. Itu artinya, keduanya sama-sama punya basis massa yang jelas dan kuat. Jadi kalau nggak hati-hati, bisa membahayakan dirinya sendiri," tandasnya.

Perlu diketahui, pada pilkada tahun ini, ada dua paslon yang akan bertarung yaitu incumbent Bupati-Wakil Bupati, M Rijanto dan Marhaenis Urip Widodo yang diusung PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, Demokrat dan PPP. Kemudian paslon lain adalah Mak Rini Syarifah dan Rahmad Santoso yang diusung PKB, PAN, dan PKS. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved