Breaking News:

Berita Gresik

Dibalik Pembunuhan ABG Gresik di Bukit Jamur, Keluarga Kecewa, Nyawa Hanya Ditukar Hukuman 7,5 Tahun

M Arifin, ayah korban yang mengikuti persidangan mengatakan kurang keadilan terhadap korban. Sebab, nyawa anaknya hanya diganti hukuman 7,5 tahun.

Penulis: Sugiyono
Editor: Anas Miftakhudin
M Sugiyono
Suasana sidang putusan terhadap kedua bocah yang membunuh temannya sendiri dan mayatnya dibuang di bekas galian C di PN Surabaya yang digelar secara daring, Senin (7/12/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Masih ingat pembunuhan sadis yang dilakukan dua Anak Baru Gede (ABG) di Gresik, Jawa Timur yang mayatnya dalam kondisi hidup, tangan dan kaki diikat tali kemudian diceburkan kubangan Bukit Jamur? Perkara ini divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Perwakilan keluarga korban AAH (15) yang dibantai secara sadis oleh dua temannya MSI (16),  dan MSK (15) dengan kondisi masih bernyawa, tangan dan kaki diikat lalu dibuang ke galian C Bukit Jamur, Gresik, Jawa Timur kecewa dengan vonis yang hanya 7,5 tahun penjara.

Kekecewaan terhadap putusan yang dibacakan hakim tunggal Agung Ciptoadi SH di Pengadilan Negeri ((PN) Gresik, Senin (7/12/2020), masih dianggap kurang keadilan terhadap korban.

Sebab, nyawa anaknya hanya diganti dengan hukuman penjara selama 7 tahun, 6 bulan saja.

"Putusan ini jauh dari rasa keadilan. Sebab, putusan hanya 7 tahun, 6 bulan saja," kata Arifin usai persidangan yang digelar secara daring.

M Arifin, ayah korban yang mengikuti persidangan mengatakan kurang keadilan terhadap korban. Sebab, nyawa anaknya hanya diganti dengan hukuman penjara selama 7 tahun, 6 bulan. “Putusan ini jauh dari rasa keadilan. Sebab, putusan hanya tujuh tahun, enam bulan,” kata Arifin usai sidang.

Lebih lanjut Arifin juga kecewa atas tuntutan Jaksa, sebab hanya menuntut hukuman penjara selama 7 tahun, 6 bulan terhadap terdakwa.

Petugas saat mengevakuasi jasad korban di kubangan air bekas galian C Bukit Jamur, Jumat (30/10/2020).
Petugas saat mengevakuasi jasad korban di kubangan air bekas galian C Bukit Jamur, Jumat (30/10/2020). (istimewa)

Padahal, hukuman pembunuhan bisa dihukum maksimal 15 tahun.

“Kenapa tidak diberatkan tuntutannya yaitu 15 tahun penjara. Terakhir tadi, saya dengar putusannya sama dengan tuntutan jaksa,” imbuhnya.

Atas putusan tersebut, Arifin hanya bisa pasrah. Padahal, dari hati yang terdalam sangat tidak rela kalau kedua pembunuh putranya hanya dihukum 7 tahun dan 6 bulan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved