Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sumenep

KPU Sumenep Benarkan Ada Anggota PPK Diculik di Bawah Todongan Senpi

Ditanya apakah yang bersangkutan (Nur Imama) benar-benar sebagai anggota PPK di Pilkada Sumenep 2020, Syaifurrahman membenarkan

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Beredarnya kabar penculikan Nur Imama (30), salah seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Batang-Batang Sumenep pada Sabtu (5/12/2020), juga sudah sampai ke KPU setempat. Imama diduga diculik seseorang dengan bersenjata api saat berada di depan tempat kerjanya.

Sayang, tidak banyak yang bisa disampaikan pihak KPU atas kasus penculikan tersebut, karena informasi masih simpang siur. "Kabarnya memang begitu (anggota PPK diculik, Red)," kata Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman saat dikonfirmasi Tribunmadura.com, Minggu (6/12/2020).

Ditanya apakah yang bersangkutan (Nur Imama) benar-benar sebagai anggota PPK di Pilkada Sumenep 2020, Syaifurrahman membenarkan dan juga mengaku belum tahu pasti kasusnya. "Yang bersangkutan memang anggota (PPK) tetapi saya tidak tahu pasti," ungkapnya.

Sebelumnya penculikan Nur Imama dilakukan oleh seseorang dengan bersenjata api, dan kasus itu sudah dilaporkan suaminya, Sugianti (32) ke polisi. Dituturkan Sugianto, penculikan itu terjadi saat istrinya berada di halaman Kantor Sekretariat PPK Batang Batang.

Tiba-tiba koban ditodong senjata api oleh seseorang dan dibawa masuk ke mobil Toyota Avanza warna putih. "Saya sedang berada di rumah dan tiba-tiba diberitahu oleh teman-temannya bahwa istri saya diculik," tutur Sugianto.

Kasus penculikan dengan ancaman pistol itu sudah dilaporkan ke Sugianto ke Polres Sumenep melalui Polsek Batang-Batang. Kapolsek Batang-Batang, IPTU Taufik Hidayat membenarkan peristiwa penculikan anggota PPK atas laporan dari suami korban.

Taufik mengaku, diduga peristiwa itu dipicu masalah pribadi. "Ada warga yang melapor dan sudah kita proses," kata Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (6/12/2020) malam.

Terkait senjata api yang digunakan oleh pelaku, Taufik belum bisa memastikan apakah itu senjata api asli atau hanya mainan. "Benar ditodong dengan pistol, tetapi kita belum bisa pastikan apakah senjata sungguhan atau mainan. Nanti setelah pemeriksaan selesai akan kita beri tahu," ungkapnya. ****

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved