Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Eri-Armudji Sebut Tolak Radikalisme di Surabaya

komitmennya untuk terus menjaga Surabaya sebagai kota yang penuh dengan nilai-nilai toleransi

istimewa/dok pribadi
Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji 

SURYA.co.id | SURABAYA – Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji menegaskan komitmennya untuk terus menjaga Surabaya sebagai kota yang penuh dengan nilai-nilai toleransi.

Tak ada tempat bagi tumbuh kembangnya radikalisme di Kota Pahlawan.

Semua warga harus nyaman dan aman dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. 

”Tidak ada minoritas dan mayoritas di Surabaya untuk beribadah. Kota Surabaya menjadi kota yang nyaman bagi semua kalangan, karena Surabaya menjadi barometer persatuan Indonesia,” ujar Eri Cahyadi dalam debat publik tahap III Pilkada Surabaya, Sabtu malam (5/12/2020).

Untuk menekan penyebaran paham radikal, Eri bakal menggandeng berbagai elemen agar Surabaya terus menjadi kota yang nyaman dan damai.

Dengan kerja sama lintas elemen, Surabaya bakal menjadi kota yang guyub, damai, dan berbhinneka dengan saling menghargai perbedaan yang ada.

”Kami akan membangun kerja sama dengan ormas keagamaan moderat, pesantren, Dewan Masjid, para tokoh lintas agama, tenaga pendidik mulai SD sampai perguruan tinggi untuk memberi pembelajaran toleransi,” ujarnya.

Eri-Armudji juga berkomitmen menekan penyebaran paham yang intoleran dan radikal.

Di berbagai lini atau sektor, tidak boleh ada penyebaran paham radikal.

”Kami akan membersihkan kantor pemerintahan, mal, dan perumahan dari penyebaran kelompok-kelompok radikal. Kita memastikan kehadiran negara untuk memperkecil ruang gerak penjajah ideologi radikalisme,” ujarnya.

Eri juga akan memantapkan wadah kerja sama lintas agama, tempat semua kalangan bersama-sama membangun kesepahaman untuk mewujudkan Surabaya yang damai dan guyub.

”Kami bentuk suatu wadah tempat berkumpul tokoh. Para kiai, romo, pemuda gereja, tokoh Hindu, tokoh Buddha, pemuda masjid, berbagai kelompok lintas agama, dan para penghayat kepercayaan. Berbeda itu biasa, berbeda itu hal yang lumrah. Tapi yang terpenting adalah NKRi, dan NKRI itu harga mati,” tegas Eri.

”Ini yang akan menekan radikalisme. Semua merasa nyaman dan tenteram. Kita menolak radikalisme. Budaya Indonesia itu santun, ramah, toleran,” imbuh Armudji.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved