Breaking News:

Press Release

Ringankan Beban Masyarakat, Mensos Juliari Salurkan Paket Sembako untuk 29 LKS di Kabupaten Malang

Penyaluran Bansos Tunai (BST) oleh PT Pos untuk Kabupaten Malang telah mencapai tahap ke-8 dengan nilai Rp 27,5 miliar

Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI
Penyerahan bantuan dari Kemensos di Kabupaten Malang, Sabtu (5/12/2020). 

“Pejabat publik apakah menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR dan juga pendamping, merupakan pelayan masyarakat. Bukan masyarakat yang melayani kami. Jadi kami berjuang untuk masyarakat,” katanya.

Rp 27,5 Miliar Bansos untuk Kabupaten Malang

Hari ini pula, Kemensos telah menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) melalui PT Pos Indonesia untuk Kabupaten Malang sebesar Rp 27,5 milliar (97%). Penyaluran di BST di Kabupaten Malang menjangkau 94.679 KPM, di mana sudah sampai pada tahap ke-8.

Kemudian untuk Jawa Timur, PT Pos menyalurkan bantuan untuk 1.297.091 KPM dengan total salur sebesar Rp 375.873.900.000 (96,8%). Penyaluran BST secara simbolik dilakukan di Kantor Pos Kepanjen, Kabupaten Malang oleh Direktur PFM Wilayah III, AM Asnandar.

Dalam pesannya, Asnadar menyatakan, bahwa bantuan dari pemerintah merupakan bentuk negara hadir di saat masyarakat mengalami kesulitan.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bapak-ibu. Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Mensos mengingatkan, menyalurkan bansos juga bukan pekerjaan mudah. Sebab, setelah Kemensos mengalokasikan kuota bantuan, ternyata daerah tidak bisa menyerap. Bantuan akan terserap dan tersalurkan jika tepat kepala daerah proaktif berkomunikasi dengan Kemensos.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya Mensos dan rombongan mengunjungi kalangan masyarakat di Pemalang, Purbalingga dan Purwokerto. Salah satu agenda Mensos adalah menyaksikan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mensos juga bertemu dan memberikan arahan kepada para pendamping PKH.

BST Kurangi Beban Hidup ART

Ny Agus Sumartini masih harus membanting tulang di usianya yang ke 51 tahun. Perempuan dengan satu anak ini menjadi asisten rumah tangga (ART) paruh waktu di rumah tetangganya di Desa Cempoko Mulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Sumartini mendapat upah Rp 15.000 per hari dari pekerjaannya (ART). Pekerjaannya hampir semua dilakukan, mulai mencuci pakaian, setrika pakaian, cuci piring, mengepel, dan mengasuh anak.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved