Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Pilwali Surabaya 2020, PSI Surabaya Bentuk Satgas Tolak Politik Uang, Ini Tugasnya

Mereka akan melakukan pola pencegahan melalui sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat.

surya.co.id/bobby kolloway
Peluncuran Satgas Anti Politik Uang oleh PSI Surabaya Jumat (4/12/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya membentuk Satgas Anti Politik Uang jelang pemungutan suara.

Mereka bekerja sejak masa tenang 6-8 November hingga ikut memantau jalannya pemungutan, 9 November 2020.

Mereka akan melakukan pola pencegahan melalui sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat.

Bahwa, politik uang berbahaya bagi iklim politik di Kota Pahlawan.

Selain itu, mereka juga akan melakukan pola penindakan.

Yakni, melaporkan setiap dugaan penggunaan politik uang tersebar di seluruh Kota Pahlawan.

"Semua anggota yang kami turunkan telah diberikan pelatihan. Bahwa, larangan politik uang diatur dalam regulasi dengan ancaman hukuman cukup berat," kata Plt Ketua DPD PSI Surabaya, Yusuf Lekaseng di Surabaya, Sabtu (5/12/2020).

Ratusan kader dalam satgas tersebut telah diluncurkan pada Jumat (4/12/2020) malam.

"Kami targetkan mereka bisa melakukan operasi tangkap tangan pada oknum-oknum pelanggar di Pilkada Surabaya,” ujar Yusuf.

Selain masa minggu tenang, Satgas Anti Politik Uang ini, juga akan melakukan operasi keliling di seluruh Surabaya, pada tanggal 9 Desember 2020. Tepat pada masa pencoblosan.

“Nantinya, ratusan satgas ini juga akan keliling ke TPS, guna menjaga dan mengawal berjalannya pengambilan suara, juga mengawal kotak suara hingga kembali ke KPU,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PSI Surabaya, Tjutjuk Supariyono mengatakan, jika menemukan pelanggaran, maka akan langsung dikirimkan Command Center PSI.

Selanjutnya, koordinator akan dilaporkan ke Bawaslu Surabaya.

Pihaknya juga telah memetakan daerah mana saja yang rawan dan bentuk politik uang yang bisa saja terjadi jelang pemungutan.

"Setiap temuan akan kami laporkan ke Bawaslu, dan agar langsung diproses oleh Gakkumdu,” jelasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved