Breaking News:

Berita Malang Raya

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Sopir Bus di Terminal Arjosari Kota Malang Diperiksa Kesehatannya

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pengecekan tekanan darah, gula darah hingga test urine narkoba.

tribun jatim/kukuh kurniawan
Suasana pemeriksaan kesehatan para pengemudi bus di Terminal Arjosari Kota Malang, Selasa (1/12/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, sejumlah pengemudi bus di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang menjalani pemeriksaan kesehatan, Selasa (1/12/2020).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang dan Polremeta Malang Kota.

Penanggung Jawab Progam K3 dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Lilik Suharti mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang sering dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Sebenarnya kegiatan ini rutin kami lakukan, biasanya satu tahun sebanyak dua kali. Tetapi karena masa pandemi, maka tahun ini baru kami laksanakan satu kali ini," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pengecekan tekanan darah, gula darah hingga test urine narkoba.

"Pemeriksaan kali ini juga berbeda dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Selain mengatur antrean dan jarak, tidak semua sopir bus bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan. Karena selama masa pandemi, hanya ada 35 persen bus yang beroperasi," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut beberapa pengemudi bus dinyatakan sehat dan laik mengemudi.

Namun ada juga yang laik mengemudi dengan catatan. Sebab mereka terindikasi memiliki gula darah dan tekanan darah tinggi.

"Selain itu kami menemukan ada pengemudi bus yang tidak laik mengemudi, karena sudah berusia 65 tahun. Bagi para sopir bus yang memiliki penyakit gula darah dan darah tinggi, kami berikan obat serta resep jika obat yang kami berikan habis. Selain itu hasil tes kesehatan juga akan kami berikan kepada PO bus yang menaungi mereka," jelasnya.

Dirinya juga meminta kepada para sopir bus untuk menjaga stamina dan kesehatan.

Bila sudah mengemudi terlalu lama, harus istirahat sebentar sembari melakukan perenggangan badan sesuai dengan anjuran kesehatan.

"Kami berusaha agar pengemudi sehat bugar produktif dan selamat. Sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan," tuturnya.

Sopir bus dari PO wisata, Dedi Castilo mengaku, dari hasil pemeriksaan kesehatan dirinya terindikasi memiliki tekanan darah tinggi.

"Tadi diberi tahu kalau saya memiliki indikasi darah tinggi. Tadi juga sudah diberi obat dan diberi nasihat pantangan makan. Dengan begitu saya bisa langsung menerapkan pola hidup sehat," tuturnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved