Berita Gresik

Pastikan Batas Tanah Sengketa, Hakim PN Gresik Terpaksa Melakukan Sidang di Tempat

PS tersebut untuk memastikan lokasi dan objek yang disengketakan. PS dipimpin langsung oleh Majelis hakim PN Gresik

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Persidangan di tempat yang dilakukan Hakim PN Gresik dengan diikuti kuasa hukum pengugat, Andi Mulya, dari LBH Astranawa bersama prinsipal Siami, Selasa (1/12/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pengadilan Negeri (PN) Gresik terpaksa melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh, warga setempat, Selasa (1/12/2020).

PS tersebut untuk memastikan lokasi dan objek yang disengketakan. PS dipimpin langsung oleh Majelis hakim PN Gresik yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution.

Pada gugatan pemohon Suami menyebutkan ada 5 obyek tanah milik almarhum Mat Sholeh yang saat ini dikuasai oleh Kartono selaku tergugat I, dan Sri Utami selaku tergugat II. Para tergugat merupakan saudara dari almarhum Mat Sholeh.

PS dihadiri pihak prinsipal penggugat serta kuasa hukum, maupun kuasa hukum tergugat. Saksi dari perangkat Desa Kandangan ikut datang ke lokasi untuk memberikan keterangan batas-batas tanah dan lokasi tanah.

Obyek tanah yang didatangi majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik dan anggota yaitu tanah SHM Nomor 53 seluas 310 M2, SHM Nomor 501 seluas 3.117 M2, SHM Nomor 876 seluas 11.000 M2.

Lalu SHM Nomor 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM Nomor 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. Semua obyek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh suami dari penggugat.

Kuasa hukum penggugat, Andi Mulya mengatakan, pengajukan sidang di tempat dilakukan atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2.

Lima objek itu di antaranya tiga bidang tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. "Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya saat ini objek tersebut dikuasai oleh tergugat 1 dan tergugat 2, dan akan diperjualbelikan," imbuhnya.

Masih menurut Andi, kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh tergugat. Tetapi kliennya tidak mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan di bawah tangan itu.

"Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari Undang-undang Notaris, akte Nomor 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum. Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh istrinya (penggugat)," tegasnya.

Selain itu, Andi juga menegaskan, SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh BPN dan semuanya atas nama almarhum.

"Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan dua anak almarhum. Itu bukan selaku tergugat selaku saudara dari almarhum. Faktanya, tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan," katanya.

Untuk mempertegas lokasi subjek sengketa, hakimmelakukan PS untuk mengetahui lokasi dan batas-batas lahan yang disengketakan.

"Kita datang untuk memastikan lokasi dan batas-batas kepemilihan lahan yang disengketakan," kata hakim Wiwin Arodawanti. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved