Selasa, 7 April 2026

Penanganan Covid

Panitia Pilkades Sidoarjo Wajib Jalani Tes Cepat Sebelum Bertugas

Terhitung ada sebanyak 13.000 orang panitia. Semua akan menjalani rapid test menjelang tahapan pemungutan suara 20 Desember 2020 nanti.

Penulis: M Taufik | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/M Taufik
Seorang petugas Dinas Kesehatan Sidoarjo mengambil sampel darah dari seseorang yang menjalani rapid test (tes cepat) guna mengetahui apakah ada taua tidak terpapar Covid-19. 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo telah menentukan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 20 Desember 2020 menatang. Salah satu tahapannya, semua panitia Pilkades wajib mengikuti tes cepat (rapid test).

Terhitung ada sebanyak 13.000 orang panitia. Semua akan menjalani rapid test menjelang tahapan pemungutan suara 20 Desember 2020 nanti.

"Rapid test untuk semua panitia pilkades (di Sidoarjo) bakal dilakukan oleh Dinas Kesehatan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Fredik Suharto, Senin (30/11).

Pelaksanaan rapid test, disebutnya, maksimal dua minggu atau 14 hari sebelum hari pemungutan suara. Karena jumlahnya banyak, sehingga perlu penjadwalan.

Terkait anggarannya, menurut Fredik, anggaran rapid test tersebut akan di-cover melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di APBD Sidoarjo tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman membenarkan hal tersebut. Pelaksanaan rapid test bagi mereka yang terlibat langsung dalam pilkades tersebut berada di ranah Dinkes.

Syaf mengatakan, pelaksanaan rapid test untuk panitia pilkades akan disebar di masing-masing puskesmas di seluruh kecamatan yang desanya akan menyelenggarakan pilkades.

Dia menyebut, setidaknya ada 26 puskesmas nantinya yang diproyeksikan menjadi tempat penyelenggaraan rapid test tersebut.
"Jumlahnya, menyesuaikan kapasitas," kata Syaf.

Syaf menyebut, mereka yang terlibat aktif dalam pelaksanaan pilkades serentak memang harus dipastikan kondisi tubuhnya. Hal itu merupakan salah satu bentuk pencegahan persebaran dan upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

Tentang jumlah anggaran yang dibutuhkan, Syaf belum membebernya.
"Masih diajukan (terkait anggarannya). Anggaran itu masih belum dihitung keseluruhan. Termasuk berapa baju hazmat, masker, handscoone, kaca mata, dan beberapa perlengkapan lain untuk tenaga kesehatan," urainya.(

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved