Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Kronologi Brigjen Prasetijo Terima 20.000 Dolar AS dari Tommy Sumardi, Katanya : Uang Persahabatan

JPU membacakan percakapan antara Brigjen Prasetijo Utomo dengan kaki tangan Djoko Tjandra, Tommy Sumardi saat memberi suap sebesar 20.000 dolar AS.

Kolase Kompas.com/Satpolpp.kalteng.go.id via Tribun Jambi
Djoko Tjandra (foto kiri) dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Brigjen Praseijo mengakui menerima uang sebesar 20.000 dolar AS dari Tommy Sumardi sebagai uang persahabatan. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan percakapan antara Brigjen Prasetijo Utomo dengan kaki tangan Djoko Tjandra, Tommy Sumardi saat memberi suap.

Uang yang diterima Brigjen Prasetijo Utomo sebesar Rp 20.000 dolar Amerika Serikat (AS) dari pengusaha Tommy Sumardi.

Uang sebanyak itu disebut sebagai uang persahabatan. "Ini bro untuk lo (uang dua ikat sebesar 20.000 dolar AS)" kata JPU menirukan ungkapan Tommy Sumardi tatkala memberikan uang kepada Brigjen Prasetijo.

JPU mengungkapkan itu saat mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Prasetijo dalam sidang kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo pun mengaku menerima 20.000 dollar AS dari terdakwa Tommy Sumardi yang disebutnya sebagai uang persahabatan.

Dalam BAP Prasetijo yang dibacakan jaksa, pemberian uang 20.000 dollar AS dari Tommy kepada Prasetijo terjadi pada 4 Mei 2020.

Disebutkan bahwa Prasetijo awalnya diminta menemani Tommy untuk menemui Kepala Divisi Hubungan Internasional saat itu, Irjen Napoleon Bonaparte.

“BAP saudara poin E, pertemuan ketiga pada 4 Mei 2020 Haji Tommy datang ke ruangan saya dengan katakan ke saya 'tolong temani saya bertemu Pak Kadiv, karena Pak Kadiv cari-cari saya, saya takut sendirian menghadap beliau’,” kata jaksa saat membacakan BAP Prasetijo, dikutip dari Tribunnews.com (grup SURYA.co.id).

“Kemudian saya tanya 'kenapa' dijawab haji Tommy 'tahu rese dia, gue dibilang nggak komitmen’, dan kemudian saya dampingi Pak Haji Tommy ke ruangan Pak Kadivhubinter ke lantai 11 di Gedung TNCC,” sambung jaksa.

Dalam BAP disebutkan, Prasetijo dan Tommy menunggu di sebuah restoran karena Napoleon tak ada di ruangannya.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved