Minggu, 12 April 2026

Berita Sampang

KBM Langsung di Sampang Terusik, Satu Siswa SD Tertular Covid-19

Nor Alam mengatakan, BDR hanya diberlakukan bagi SDN Gunung Sekar 1 lantaran salah satu murid dinyatakan positif Covid-19.

Editor: Deddy Humana
surya/hanggara pratama
Pengendara saat melintas di depan Gedung SD Negeri Gunung Sekar 1 Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Senin (30/11/2020). 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) langsung atau tatap muka terbatas di Sampang kembali diwarnai kecemasan. Itu setelah salah seorang siswa SD diketahui positif terkonfirmasi Covod-19 setelah melihat hasil swab test di Puskesmas setempat.

Akibat penularan satu siswa itu, seluruh kegiatan pembelajaran di SDN Gunung Sekar 1 Sampang di Jalan Wijaya Kusuma dihentikan. Dan diputuskan memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) secara mendadak, Senin (30/11/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nor Alam mengatakan, BDR hanya diberlakukan bagi SDN Gunung Sekar 1 lantaran salah satu murid dinyatakan positif Covid-19.

Namun gejala positif yang diketahui sejak 23 November 2020 melalui swab di Puskesmas Kamoning Sampang itu, datang dari kakeknya yang baru pulang dari Bali. Sehingga pihaknya menegaskan jika penyebaran Covid-19 kali ini bukan klaster baru di lingkungan sekolah.

"Jadi bukan klaster baru, untuk yang bersangkutan saat ini menjalankan isolasi mandiri," tegasnya.

Nor Alam menambahkan, realisasi BDR di SDN Gunung Sekar 1 dimulai 30 November 2020 sampai 5 Desember 2020. "Setelah nanti kondisi sudah memungkinkan KBM tatap muka terbatas akan kembali dimulai," pungkasnya.

Sementara berdasarkan surat pemberitahuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari Kepala Sekolah SDN Gunung Sekar 1 Sampang, Achmad Yasmin per 28 November 2020, siswa bersangkutan terakhir masuk sekolah pada 19 November 2020.

Pada saat itu bersangkutan dalam kondisi sehat datang ke sekolah dengan suhu 36,6°C dan sepulang sekolah 36,8°C. Kemudian pada 21 November 2020, yang bersangkutan tidak masuk sekolah karena tidak enak badan.

Lalu sejak 23 November 2020 telah keluar hasil swab test, dan hingga 28 November 2020 tidak masuk sekolah karena menjalani isolasi mandiri. HANGGARA PRATAMA

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved