KPU Lamongan Temukan 900 Surat Suara Pilkada Rusak

Petugas KPU Lamongan Jawa Timur menemukan lebih 900 lembar lebih surat suara Pilkada rusak.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipit Maulidiya
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Proses penyortiran dan pelipatan surat suara di KPU jalan Basuki Rahmat,  Sabtu (28/11/2020)  

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Proses sortir dan pelipatan surat suara selama tiga hari oleh KPU Lamongan Jawa Timur, petugas menemukan lebih 900 lembar lebih surat suara Pilkada Lamongan rusak.

Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali dikonfirmasi Surya.co.id, membenarkan jika hingga hari ketiga proses sortir dan pelipatan surat suara, pihaknya menemukan lebih dari 900 lembar surat suara rusak.

Namun, kata Mahrus, kemungkinan masih bisa bertambah karena proses sortir dan pelipatan masih berlangsung hingga Minggu (29/11/2020).

"Sementara ada lebih 900 lembar surat suara yang rusak," kata Mahrus Ali ketika dihubungi, Sabtu (28/11/2020). 

Mahrus mengatakan, proses sortir dan pelipatan surat suara sudah berlangsung sejak Kamis lalu dan akan berakhir hingga Minggu (28/11/2020). 

Kerusakan surat suara bervariasi, mulai dari kertas suara yang robek hingga cetakan yang tidak sempurna.

"Kerusakan bervariasi ada yang terlipat dari proses pengepakan, kemudian ada yang terpotong, warna pudar dan ada juga yang robek," ujar Mahrus.

Dan sampai siang ini,  proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pilkada Lamongan telah mencapai 70 persen.

Surat suara yang saat ini dalam proses sortir  dan lipat ini tiba di KPU Lamongan sesuai dengan yang dibutuhkan untuk Pilkada Lamongan, yaitu sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), beserta surat suara cadangan sebanyak 25 persen dari jumlah DPT.

Surat suara ini dikemas dalam kardus sebanyak 535 kardus dengan setiap kardusnya berisi 2000 surat suara. 

Penyortiran dan pelipatan kertas suara ini,  KPU melibatkan sebanyak 21 orang.

"Kami memperkerjakan 21 orang," katanya. 

Selain surat suara, logistik Pilkada Lamongan juga sudah diterima KPU Lamongan adalah tinta, segel, kabel tis, bantalan, kotak suara dan sampul surat suara.

Beberapa logistik juga sudah didistribusikan ke tingkat kecamatan seperti logistik PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) mulai dari masker, hand sanitizer, sarung tangan dan APD lainnya. 

Sementara formulir tiba sampai hari ini.  Namun dipastikan formulir sampai ke tangan KPU,  paling lambat 4 hari lagi. 

"Kalau untuk formulir-formulirnya datang paling lambat  2 Desember," pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved