Pilwali Surabaya 2020

PSI Surabaya Target Raih 80 Persen Pemilih Milenial untuk Eri Cahyadi-Armuji

PSI Surabaya terus bergerak mensosialisasikan Paslon Eri Cahyadi-Armuji (Erji). Mereka menargetkan bisa meraih 80 persen pemilih milenial di Surabaya

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Plt Ketua DPD PSI Surabaya, Yusuf Lakaseng, Kamis (26/11/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya terus bergerak mensosialisasikan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji (Erji). Mereka menargetkan bisa meraih 80 persen pemilih milenial di Surabaya.

"Kami tahu, Surabaya memiliki potensi milenial, pemilih berusia 17-45 tahun yang cukup besar. Kami targetkan, dari total milenial di Surabaya, 80 persen di antaranya harus mendukung Erji," kata Plt Ketua DPD PSI Surabaya, Yusuf Lakaseng di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Berbagai cara dilakukan PSI untuk memenuhi target tersebut, di antaranya dengan memanfaatkan media sosial.

"Kami sosialisasikan berbagai program dan aktivitas Mas Eri melalui visualisasi video. Kami libatkan tim khusus untuk menyusun dan menyebarkan program-program beliau lewat media sosial," katanya.

Selain dengan perang udara, PSI juga mengoptimalkan pergerakan darat. PSI menerjunkan 200 kader terlatih yang ditargetkan sosialisasi dari rumah ke rumah.

"Dengan jumlah relawan yang kami miliki, kami targetkan dapat mengetuk 50 ribu rumah. Namun, tetap dengan memenuhi protokol kesehatan ketat," katanya.

Strategi ini akan secara khusus menyasar target PSI berikutnya, masyarakat dari kelas ekonomi menengah-atas.
Menurut Yusuf, kelas tersebut berpotensi tak memberikan pilihan akibat kekhawatiran terhadap pandemi.

"Kala normal saja, angka partisipasinya (memilih) hanya 50 persen. Sehingga, kami yakinkan mereka untuk datang ke TPS dan memilih Mas Eri dan Armuji," katanya.

Masyarakat harus diberikan pemahaman, bahwa pilihan mereka menentukan arah pembangunan ke depan. Bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga menyangkut sosial politik.

Surabaya sebagai Kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dianggap memiliki geopolitik yang cukup mempengaruhi nasional. Saat ini, ada berbagai kepentingan yang menjurus pada politik identitas berusaha penetrasi di Kota Pahlawan.

"Kelompok ini muncul dengan mengatasnamakan non-politik. Padahal, sudah jelas mereka lebih politik dibanding partai politik," katanya.

"Mas Eri ada untuk menjadi benteng hal ini. Kami bersama Mas Eri siap mengawal dan menjaga keberagaman di Surabaya seperti halnya yang dilakukan Wali Kota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini," katanya.

Selain itu, ancaman yang juga diwaspadai terkait dengan politik uang. Jelang hari pemungutan suara 9 Desember mendatang praktik ini disinyalir semakin meluas.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat maupun kader terkait adanya berbagai operandi politik uang di Surabaya. Ada yang lewat sembako," katanya.

"Ini yang harus diwaspadai masyarakat Surabaya bahwa politik uang berbahaya bagi mereka. Masyarakat Surabaya telah membuktikan selama ini, tanpa politik uang kita bisa mendapatkan pemimpin berkualitas seperti Ibu Risma," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved