Breaking News:

Berita Sidoarjo

Sidoarjo Butuh Rumah Singgah untuk ODHA

Pemkab Sidoarjo melalui mitra KPA, Yayasan Dellta Crisis Center, terus konsen melakukan pendampingan terhadap ODHA.

Pemkab Sidoarjo
Sejumlah pendamping ODHA dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sidoarjo saat berdialog bersama Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono di Pendopo Sidoarjo, Rabu (25/11/2020). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Permasalahan epidemi HIV Aids di Sidoarjo setiap tahun meningkat.

Saat ini total ada 3.777 kasus HIV Aids, terhitung mulai Januari hingg Agustus 2020, ada tambahan 261 kasus ODHA (orang dengan HIV Aids) di Kota Delta.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara sejumlah pendamping ODHA dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sidoarjo bersama Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono di Pendopo Sidoarjo, Rabu (25/11/2020).

Selama ini Pemkab Sidoarjo melalui mitra KPA, Yayasan Dellta Crisis Center, terus konsen melakukan pendampingan terhadap ODHA.

Mereka juga terus berupaya memberikan pendampingan dan melakukan upaya pencegahan.

"Rata-rata ODHA secara ekonomi kelas menengah ke bawah. Dinas sosial kabupaten Sidoarjo sudah memberikan dukungan berupa bantuan sosial. Yang kami harapkan dari pemkab Sidoarjo adalah pemenuhan bantuan gizi untuk kesehatan keluarga pengidap HIV Aids," kata Dinda, pendamping ODHA dari  Dellta Crisis Center

Menurutnya, bantuan asupan gizi sangat dibutuhkan, tiap bulan atau setiap triwulan.

"Kemudian bantuan rumah singgah untuk tempat teman-teman (ODHA) berkumpul. Kalau ada rumah singgah alangkah baiknya mereka terkoordinir," lanjutnya.

Karena, para ODHA juga punya sejumlah persoalan lain.

Ada yang mengalami konflik dengan keluarga serta berbagai persoalan lain yang berpitensi membuat mereka mengalami stres.

"Ketika mereka stres, tentu akan cepat drop imun tubuhnya. Nah, dengan adanya rumah singgah bisa menjadi tempat bagi teman-teman ODHA untuk sharing," urainya.

Dalam pertemuan ini, Pj Bupati Hudiyono mengingatkan agar kampanye pencegahan HIV Aids terus dilakukan dengan masif, seperti mengingatkan terus menerus kepada masyarakat agar menghindari pola hidup yang tidak sehat yang bisa berpotensi penularan HIV Aids.

"Terkait bantuan, pemerintah bisa membantu setiap tahun. Namun tentunya harus ada regulasi yang dilewati. Seperti mengajukan hibah untuk bantuan pemenuhan kebutuhan gizi, dan sebagainya," ujar Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Kemudian terkait permintaan rumah singgah, problemnya tidak semua yayasan bisa dibangunkan tempat singgah, karena terkait regulasi.

"Tapi pemkab akan berusaha, melalui kebijakan diskresi, kita akan komunikasikan dengan DPRD. Kami sepakat dengan usulan rumah singgah, usulan sudah kami tampung dan coba kita bahas lagi," imbuhnya.

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved