Breaking News:

Berita Madiun

Rasa Unik: Ada Brem Rasa Daun Kelor  di Madiun, begini Wujudnya 

Seorang produsen brem dari Desa Kaliabu, bernama Romadhon (40), mencoba menciptakan variasi rasa baru brem dengan campuran daun kelor.

surya.co.id/rahadian bagus
Romadhon menunjukkan brem daun kelor. 

"Rasanya seperti green tea matcha, ada sedikit pahit-pahitnya," kata Romadhon saat diwawancara, Selasa (24/11/2020).

Bapak dua anak ini menceritakan, ia sudah  memproduksi brem daun kelor sejak 2017, lalu.

Namun, brem rasa daun kelor kurang laku di pasaran.

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang  beranggapan bahwa daun kelor hanya digunakan untuk mengusir setan atau untuk memandikan jenazah.

Padahal daun kelor ini kaya akan antioksidan dan merupakan superfood.

“Kandungan kelor di brem ini juga tidak hilang. Itu sudah kami buktikan setelah dilakukan uji laboratorium di Surabaya,” jelas Romadhon.

Dia menuturkan, awal mula ide membuat brem varian daun kelor ini berawal dari permintaan seorang kiai Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda) Nganjuk, Jawa Timur.

Pada saat itu, ini pondok tersebut sedang gencar mengkampanyekan tanaman herbal, termasuk daun kelor untuk kesehatan. 

Romadhon menjelaskan, cara membuat brem kelor sama dengan proses pembuatan brem pada umumnya. Beranya, hanya bahan tambahan yakni serbuk ekstrak daun kelor.

“Untuk pembuatan bremnya sama, mulai dari ketan dimasak sampai matang. Kemudian diberi ragi sampai jadi sari ketannya, lalu diberi serbuk daun kelor,”katanya.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved