Kamis, 16 April 2026

Berita Pamekasan

Peringatan Hari Guru Nasional 2020, Ini Pesan Ketua IGI Kabupaten Ali Mahbub

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) setiap tanggal 25 November, menjadi momentum untuk evaluasi diri lebih meningkatkan inovasi

tribun jatim/kuswanto ferdian
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pamekasan, Ali Mahbub, Rabu (25/11/2020). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) setiap tanggal 25 November, menjadi momentum untuk evaluasi diri lebih meningkatkan inovasi dan karakter siswa.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pamekasan, Ali Mahbub memaknai Hari Guru Nasional sebagai momentum untuk mengembalikan fungsi dan tanggungjawab guru dalam mencetak dan mendidik siswa agar menjadi siswa yang baik dan generasi cemerlang untuk masa depan.

"Hari Guru Nasional adalah momen mengembalikan guru sebagai pendidik, pengajar dan membentuk karekteristik siswa," kata Ali Mahbub, Rabu (25/11/2020).

Pendidik di SMA 2 Pamekasan ini, menjelaskan, kalau guru sebagai sentral atau tokoh dari seorang murid.

Ia menilai, guru menjadi penentu dan pengaruh besar terhadap perkembangan anak, baik dalam keilmuan dan akhlak.

"Guru merupakan tokoh sentral bagi siswa, terutama dalam pembentukan karekteristik murid," ujarnya.

Menurut Ali Mahbub, pendidikan merupakan investasi besar yang bisa dirasakan beberapa tahun ke depan.

Sebab, apa yang dilakukan guru dan pendidik hari ini akan mencetak orang-orang hebat 10 hingga 15 tahun ke depan.

Dia berharap, para pengelola sekolah dan stakeholder yang lain bisa lebih profesional dalam mengelola pendidikan.

Sebab, masa depan siswa ditentukan dari pendidikan yang berkualitas.

"Pendidikan sebagai investasi bisa dirasakan sepuluh dan lima belas tahun mendatang," tambahnya.

Selain itu, ia meminta agar pemerintah memerhatikan kesejahteraan guru.

Sebab, tidak sedikit guru yang masih menerima upah yang di bawah UMR.

Ia menyebut, sudah waktunya pemerintah menjadikan prioritas tenaga pendidik dan memberikan honor yang sesuai.

"Kesejahteraan guru tidak sedikit pendapatannya yang tidak seimbang yang masih menerima gaji di bawah UMR. Sehingga ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah," sarannya.

Ia menilai jika guru mendapatkan fasilitas dan honor yang layak, maka akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran.

Sebab, tidak ada lagi guru yang masih berfikir tentang honor.

"Jika honor guru sudah maksimal, maka guru lebih konsentrasi," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved