Breaking News:

Berita Jember

Hari Guru Nasional, GTT dan PTT di Jember Tuntut Perbaikan Kesejahteraan

Penataan GTT dan PTT harusnya lebih manusiawi. GTT dan PTT yang diberi honor ratusan ribu tidak perlu ditempatkan di sekolah yang jauh

SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Aksi perwakilan GTT dan PTT bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Rabu (25/11/2020) 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sejumlah guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) menggelar aksi damai di DPRD Jember, Rabu (25/11/2020).

Mereka berdemonstrasi bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, 25 November.

Perwakilan GTT dan PTT Kabupaten Jember itu kembali menyuarakan persoalan GTT dan PTT di Jember.

"Kami sudah menyuarakan ini sejak tahun 2017. Dasar dari persoalan adalah penataan GTT dan PTT di Jember yang amburadul," ujar koordinator aksi, M Ali Jamil.

Penataan yang dimaksud oleh Jamil dan kawan-kawan, antara lain persoalan surat penugasan. Jamil menegaskan, SP atau surat penugasan itu harus dicabut.

"Cabut SP, karena penataan GTT dan PTT melalui SP itu malah banyak yang tidak tepat. Ganti SP dengan SK (surat keputusan) karena itu lebih dibutuhkan," tegasnya.

SK, kata Jamil, bisa menjadi bekal bagi GTT untuk mengurusi sertifikasi guru, salah satunya.

Jamil menambahkan, penataan GTT dan PTT harusnya lebih manusiawi. GTT dan PTT yang diberi honor ratusan ribu tidak perlu ditempatkan di sekolah yang jauh dari tempat domisili.

"Apalagi dengan honor yang tidak layak. Kecuali kalau ASN, harus siap ditempatkan di mana saja. Bahkan di ujung Jember," tegasnya.

Mereka juga menuntut kesejahteraan GTT/PTT untuk mendapatkan honor sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten Jember sebesar Rp 1,4 juta per bulan.

"Kepada DPRD Jember, kami juga meminta supaya anggaran untuk GTT/PTT dikawal di APBD, supaya dianggarkan di APBD. Jadi tidak hanya tergantung dari BOS," tegas Jamil.

Perwakilan GTT/PTT itu ditemui oleh pimpinan DPRD Jember, juga Kepala Dinas Pendidikan Jember, Bambang Haryono.

Ketua DPRD Jember, M Itqon Syauqi meminta pihak Dinas Pendidikan Jember mengakomodasi tuntutan para GTT dan PTT itu.

Sedangkan Bambang Haryono mengatakan, akan menyampaikan seluruh persoalan dan tuntutan GTT/PTT itu ke Plt bupati Jember.

"Karena saya punya pimpinan. Dan beberapa hal yang disampaikan kawan-kawan GTT dan PTT menjadi ranah pimpinan, sehingga harus saya sampaikan ke pimpinan," ujar Bambang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved