Berita Surabaya
Sekolah Dasar di Kota Surabaya Ini Ubah Lahan Sempit dan Terbatas Jadi Kebun Hidroponik
Sejumlah sayur-mayur tampak segar dan tumbuh subur di halaman SDN Kapasari VIII Surabaya.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah sayur-mayur tampak segar dan tumbuh subur di halaman SDN Kapasari VIII Surabaya.
Ada kangkung, sawi samhong, selada, dan sebagainya.
Sebagian besar ditanam memanfaatkan media air atau menggunakan teknik hidroponik.
Untuk wadahnya, banyak memakai sampah plastik berupa botol bekas yang dihias aneka rupa.
"Kami mulai menanam sayur sejak ada sosialisasi atau pembinaan dari Pemkot Surabaya tahun 2018. Kami mempraktikkan sampai sekarang," ujar Kepala Sekolah SDN Kapasari VIII Surabaya, Rini Winarsih, Jumat (20/11/2020).
Waktu itu hidroponik belum ngetren seperti sekarang. Sekolah ini sempat menjadi pioneer hidroponik sekolah di Surabaya.
"Yang menarik, menanam dengan teknik hidroponik tidak butuh tanah yang luas. Kita juga bisa memanfaatkan barang tidak terpakai di sekitar," ujarnya.
Paling cepat, kangkung bisa dipanen setelah 21 hari. Sedangkan sawi samhong bisa sampai 45 hari.
Hasil panennya dinikmati sendiri oleh warga sekolah.
"Kualitas sayur juga dipengaruhi oleh nutrisi dan cahaya matahari. Kalau mendung atau susah cahaya matahari, pertumbuhannya kurang bagus," kata Rini.
Di samping itu, juga harus memperhatikan nutrisi dan memilih bibit yang berkualitas bagus.
"Untuk nutrisi, biasanya takarannya kami beri satu tutup botol dan dicampur satu liter air. Tapi antara nutrisi A dan B juga berbeda, harus seimbang," Rini menerangkan.
Selama pandemi, kebun sayur ini tetap dirawat oleh sekolah. Setiap hari ada guru piket dan petugas sekolah yang memantau.
"Sayurnya harus diperiksa setiap hari, disingkirkan ulat hamanya biar hasil panennya bagus," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sayur-mayur-tumbuh-subur-di-halaman-sdn-kapasari-viii-surabaya.jpg)