Breaking News:

Pilbup Banyuwangi 2020

Pengamat Politik dan Komunikasi Sayangkan Pernyataan Gus Riza Saat Debat Publik Pilbup Banyuwangi

Pengamat politik dan komunikasi Banyuwangi, Ahmad Syauqi, menyayangkan pernyataan calon wakil Bupati Banyuwangi, Muhammad Riza Azizy

Istimewa
Pengamat politik dan komunikasi Banyuwangi, Ahmad Syauqi. 

"Orang melihat pariwisata seperti penyelenggaraan Banyuwangi Festival, menggunakan anggaran yang besar. Padahal anggarannya jauh lebih kecil dibandingkan pertanian. Ini hanya karena pariwisata lebih gebyar saja dibandingkan pertanian," jelas alumnus Untag Banyuwangi tersebut.

Syauqi juga mengritisi pernyataan Gus Riza yang mengkritik syarat IPK calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggi.

Menurutnya tidak salah pemerintah memberikan standart yang tinggi. Ini bagian mendorong mahasiswa Banyuwangi untuk berusaha menjadi lebih baik lagi apabila ingin menjadi PNS.

"Tapi pekerjaan kan tidak hanya PNS, masih banyak ruang pekerjaan lainnya, ketika memang IPK nya tidak memenuhi syarat. Harusnya ruang-ruang lain itulah yang ditawarkan menjadi solusi. Solusinya apa? Sekarang berapa sih kuotanya PNS. Ketika persaingannya ketat itu wajar," katanya.

Menurutnya dengan syarat IPK tinggi, pemerintah berharap bisa mendapat PNS yang lebih berdaya saing.

Selain itu menurut Syauqi, penampilan calon Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, dalam debat publik tersebut di luar perkiraan.

"Yang menarik dalam debat tersebut adalah penampilan Sugirah. Beberapa hari sebelum debat, Sugirah banyak dibuly di media sosial karena pembawaannya yang selama terkesan Ndeso, menghadapi Gus Riza yang terkesan akademisi. Saya pribadi juga memprediksi Gus Riza bisa mengusai panggung, ternyata Sugirah mampu mengimbangi bahkan lebih unggul," kata Syauqi.

Dalam debat itu Syauqi mengatakan, pembawaan Sugirah yang sederhana mampu membawa bahasa-bahasa yang mudah dipahami. Sementara Gus Riza lebih banyak menyerang dengan mengkritisi pemerintah dan program lawannya menggunakan bahasa yang akademis dan asing.

"Ternyata gelar pendidikan tinggi, tidak menjamin seseorang mampu mengelola diskusi yang lebih baik,' kata Owner Disca Research and Consultan itu.

Syauqi menjelaskan mempresentasikan bahasa itu tidak mudah. Kadang membuat bahasa dengan nomenklatur yang unik dengan bahasa asing atau ilmiah memang mengesankan orang itu pandai, namun justru menjadikan bahasa itu sulit dipahami, seperti bahasa yang digunakan Gus Riza dalam debat tersebut.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved