Breaking News:

Berita Lumajang

Aksi Demo Tolak Tambang Pasir Ilegal di Lumajang Diwarnai Baku Hantam, Polisi Lepaskan Tembakan

Demo menolak aktifitas pertambangan ilegal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, diwarnai aksi kericuhan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Aksi saling pukul mewarnai demo penolakan tambang pasir ilegal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (23/11/2020). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Ratusan warga Lumajang melakukan aksi demo menolak aktifitas pertambangan ilegal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Senin (23/11/2020).

Dalam demo itu warga dengan penambang sempat diwarnai aksi kericuhan. Pemicunya, saat warga memaksa para penambang agar segera menghentikan aktifitas pengerukan pasir.

Setidaknya keributan itu terjadi sampai 4 kali. Hingga akhirnya meredam setelah polisi melepas tembakan peringatan.

Sauri warga setempat mengatakan, masyarakat menolak sebab lokasi tambang terlalu dekat dengan pemukiman warga.

"Perjanjian awal 200 meter dari jalan kampung gak boleh ada penambang. Tapi nyatanya dilanggar, kami sebagai penduduk khawatir nanti bisa longsor karena terlalu dekat dengan rumah warga," ujar Sauri, Senin (23/11/2020).

Selain kekhawatiran itu, menurutnya suara mesin diesel untuk menyedot pasir dianggap juga terlalu bising.

"Suaranya itu kan kencang, kalau waktu Jumatan itu gak berhenti padahal lokasi ini dekat masjid," ujar Sauri, sebelum konflik itu terjadi.

Sebelumnya, warga sudah melakukan penolakan dengan meminta bantuan pengurus desa setempat.

Namun sayangnya upaya itu gagal dan penambang ilegal kembali beraktifitas.

"Dalam setahun warga sudah dimediasi sama petinggi desa. Sempat berhenti tapi selang dua hari jalan lagi, karena kami geram ya sudah warga yang turun sendiri," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved