Breaking News:

Heboh Uang Berceceran di Saluran Irigasi

Ini Kronologi Misteri Uang Bertebaran di Sawah, Jadi Rebutan Ramai, Ada yang Dapat Rp 10 Juta

Temuan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 itu pun masih menjadi pembicaraan ramai, Foto-foto yang diunggah ke medsos juga langsung vira

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

SURYA.co.id I BATANG - Asal - usul dan pemilik uang yang bertebaran di saluran Irigasi Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, masih misterius.

Temuan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 itu pun masih menjadi pembicaraan ramai, Foto-foto yang diunggah ke medsos juga langsung viral.

Uang yang terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu tersebut hanyut dan sebagian ada yang bercampur lumpur.

Baca juga: Video Uang Berceceran: Usai Tersiar, Warga Ramai Menyisir Sawah,Cari sisa-sisa, Diduga Ratusan Juta

Baca juga: Heboh Uang Berceceran di Sawah, Sebagian Terbawa Air, Ada Puluhan Juta, 12 Petani Adu Cepat Memungut

Temuan uang tersebut awalnya diketahui petani yang hendak membersihkan saluran irigasi. Kabar itu kemudian cepat menyebar hingga akhirnya banyak warga yang berdatangan untuk ikut mencari uang di lokasi tersebut.

Uang yang berceceran itu jumlahnya diketahui cukup banyak. Bahkan salah seorang petani ada yang mendapatkan hingga mencapai Rp 10 juta.

Kepala Desa Plumbon Agus Arjito mengatakan, temuan uang tersebut terjadi pada Jumat (20/11/2020). Menindaklanjuti hal itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan desa di sekitarnya mengenai uang tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada warga yang merasa kehilangan uang yang jumlahnya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah tersebut. "Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," ujarnya.

Jadi rebutan warga

Dikatakan Agus, temuan uang itu pertama kali diketahui oleh petani pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah informasi itu menyebar, warga lainnya langsung berdatangan ke lokasi dan berusaha ikut berebut melakukan pencarian hingga petang.

Dari data sementara yang didapat, uang yang didapat para petani hingga mencapai puluhan juta rupiah. Terkait dengan keasliannya, menurut Agus dipastikan seluruh uang tersebut tidak ada yang palsu. Hal itu setelah ia buktikan dengan membawanya ke kantor bank untuk dilakukan pemeriksaan.

"Uang itu asli bukan uang palsu. Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain. Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya.

Kesaksian petani Salah seorang petani Nur Khamid mengaku mendapat uang yang tercecer di saluran irigasi itu hingga mencapai Rp 10 juta.
Saat itu, ia tak sengaja menemukan uang tersebut saat akan membersihkan saluran irigasi. Mengetahui ada banyak uang yang mengapung, ia sempat terkejut. Tanpa pikir panjang, uang itu langsung ia punguti satu persatu. "

Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur. Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi. Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya.

Selain dia, beberapa petani lain juga mendapatkan uang yang tercecer tersebut. Hanya saja untuk jumlahnya ia tidak mengetahui. "Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu. Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya.

"Saya jemur di dapur supaya kering. Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan. Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," tambahnya.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved