Minggu, 31 Mei 2026

Berita Surabaya

Guru dan Karyawan SMP Negeri 22 Surabaya Budidayakan Tanaman Sayur dan Buah di Sekolah

Guru-guru dan karyawan SMP Negeri 22 Surabaya membudidayakan tanaman sayur dan buah di lingkungan sekolah

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Adrianus Adhi
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Beberapa guru secara bergantian melakukan pengecekan dan perawatan aneka jenis tanaman di area sekolah SMPN 22 Surabaya, Minggu (21/11/2020). 

SURYA.co.id, Surabaya - Guru-guru dan karyawan SMP Negeri 22 Surabaya membudidayakan tanaman sayur dan buah di lingkungan sekolah. Dengan lahan seluas 1,8 hektar, para guru dan karyawan menanam berbagai macam tanaman sayur dan buah seperti aloevera, cabai, terong, kenikir, kelor, mangga, pisang, jambu air, belimbing wuluh, asam dan masih banyak lainnya.

Kepala Sekolah SMPN 22 Surabaya, Yulia Krisnawati mengatakan masyarakat sekolah ingin peduli dengan lingkungan. "Guru dan karyawan sekolah membentuk sebuah Tim Lingkungan Adiwiyata SMPN 22 Surabaya yang secara bergantian mendapat jatah piket untuk merawat tanaman di lingkungan sekolah seperti menyiram dan lain-lain," kata Yulia.

Beberapa personel tim lingkungan terlihat tengah bersemangat melakukan pembibitan sawi daging, sawi biasa, kangkung menggunakan cara hydroponik di lingkungan sekolah, Minggu (22/11/2020).

"Tentu ini menjadi peluang bagi masyarakat sekolah, karena selain mempercantik sekolah juga dapat menjadi penghasilan tambahan dari hasil penjualan saat panen," katanya.

Sementara untuk perawatan para guru dan karyawan mengaku tak begitu mengalami kesulitan. Dengan melakukan penyiraman, pengemburan tanah, pemberian pupuk maka tanaman akan dapat tumbuh dengan baik.

Disamping itu, sekolah yang berlokasi di Jl. Gayungsari Baru X Nomor 38 Kecamatan Gayungan Kota Surabaya ini memiliki rumah jamur didalam lingkungan sekolah sebagai tempat budidaya jamur.

Kordinator Tim Lingkungan Adiwiyata SMPN 22 Surabaya, Nur Sukri menyebut rumah jamur menjadi sebuah langka nyata pemanfaatan lahan dilingkungan sekolah.

"Kami benar-benar berusaha memanfaatkan sebaik mungkin lahan sekolah, yang kemudian hasilnya dapat dijual konsumsi masyarakat sekolah dan dijual," katanya.

Para guru menata baglog sedemikian rupa didalam rak kayu supaya mempermudah perawatan dan memanen hasil produksi jamur tiram. Kemudian baglog disirami air secara rutin 2 kali sehari selama 10 menit.

"Kami melakukan pemilihan lokasi yang pas untuk rumah jamur, mulai dari penataan, perawatan, menjaga suhu, penyiraman, setelah waktu kurang lebih 3 bulan, jamur bisa dipanen," ujarnya.

Dalam sehari para guru dapat memanen jamur sebanyak 75 ons. Selain dijual, kedepannya baik tanaman sayur maupun tanaman buah akan diolah menjadi sebuah produk. 

Saat pembelajaran tatap muka nantinya, Sekolah akan memberdayakan siswa dari mulai pembibitan, perawatan, memanen hingga mengolah menjadi produk.

"Kami ingin nantinya siswa dapat mandiri, memperoleh pengalaman secara langsung bagaimana membudidayakan tanaman hingga mengolah menjadi produk untuk dijual sehingga cita-cita kami menjadi sekolah Ecoprenuer bisa tercapai," terangnya.

Sementara itu salah satu guru, Siti Farichah mengaku bahagia dengan pembudidayaan ini dapat melatih para guru dalam hal menjaga kebersihan, penghijauan serta mengenal banyak tanaman baru.

"Kami sebagai guru tentu sangat antusias karena kegiatan seperti ini selain untuk mempercantik sekolah juga mengenalkan berbagai jenis tanaman serta cara membudidayakannya kepada siswa saat pembelajaran tatap muka nanti," pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved