Breaking News:

Berita Surabaya

Ubaya Tanda Tangani MoU Kampus Merdeka dengan Tujuh Perguruan Tinggi Negeri

Universitas Surabaya (Ubaya) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)

Foto Istimewa
Penandatanganan MoU Kampus Merdeka dengan Ubaya, Jumat (21/11/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYAUniversitas Surabaya (Ubaya) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

MoU ini sebagai bentuk kerjasama secara resmi antara Ubaya bersama perguruan tinggi dalam mewujudkan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka sesuai arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim.

Pertemuan bertajuk “Menuju Insan Pembelajar Yang Merdeka, Kreatif, dan Berdaya Saing” diawali dengan penandatanganan MoU oleh Rektor Ubaya, Benny Lianto dan Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Mohammad Nasih secara daring, Jumat (20/11/2020).

Rektor Ubaya, Benny Lianto mengungkapkan rasa syukur dan bahagia telah diberikan kesempatan dapat bertemu dengan rekan-rekan Perguruan Tinggi di Indonesia meskipun secara virtual.

Pertemuan ini merupakan bentuk kerjasama antar Perguruan Tinggi dalam mewujudkan kebijakan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

“Setiap institusi harus memperluas kerjasa manya di berbagai bidang terutama dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerjasama ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan hubungan antar dosen maupun mahasiswa dari masing-masing Perguruan Tinggi dapat terjalin dengan baik. Nantinya pihak Perguruan Tinggi baik dosen atau mahasiswa bisa berkunjung ke Ubaya dan sebaliknya,” terang Benny pada SURYA.CO.ID, Sabtu (21/11/2020).

Benny menyampaikan penandatanganan MoU menjadi tanda persiapan Ubaya bersama mitra Perguruan Tinggi dalam merealisasikan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Berdasarkan kebijakan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap dan relevan sesuai dengan kebutuhan zaman. Melalui program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka maka hard skill dan soft skill mahasiswa akan terbentuk dengan kuat.

Senada dengan hal tersebut, Prof Nasih menjelaskan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka memerlukan mobilitas yang tinggi untuk membentuk kompetensi dan keterampilan mahasiswa.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved