Breaking News:

Berita Surabaya

Para Ibu di Keputih Surabaya Dirikan Omah Kelor, Produksi Aneka Panganan Sehat

Para ibu PKK RW 4 Kelurahan Keputih, Surabaya dengan mendirikan Omah Kelor di Perumahan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Kegiatan para ibu PKK RW 4 Kelurahan Keputih, Surabaya, di Omah Kelor. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berkebun menjadi kegiatan baru yang menjadi tren saat pandemi. Hal ini disiasati para ibu PKK RW 4 Kelurahan Keputih, Surabaya dengan mendirikan Omah Kelor di Perumahan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Mereka mendirikan Omah Kelor sebagai wadah berbagi ilmu, sekaligus memproduksi berbagai olahan makanan berbahan dasar daun kelor.

Murtijas Sulistijowati, penggagas sekaligus Ketua Omah Kelor mengungkapkan, Omah Kelor dibuat karena ingin menciptakan sebuah kegiatan yang dapat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga sekitar.

“Kalau kesempatan berkebun dibiarkan begitu saja, rasanya ada peluang yang terlewat, harus dibuat kegiatan yang selain menyenangkan juga bermanfaat,” ungkap perempuan yang akrab disapa Momok ini, Sabtu (21/11/2020).

Sedangkan kegiatan yang paling disenangi ibu rumah tangga, lanjut Momok, adalah masak-memasak.

Tak berhenti di situ, ia pun memilih daun kelor untuk spesifikasi bahan dasarnya.

Sebab, berdasar informasi yang didapatnya, daun kelor memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

“Oleh karena itu, Omah Kelor ini juga menjadi kebun berbagi ilmu cara pengolahan daun kelor agar kandungan gizinya tidak hilang,” tuturnya.

Hingga saat ini, kebun yang bertempat di Jalam Ilmu Pasti Alam F6, Perumahan ITS ini telah menghasilkan sejumlah produk berbahan kelor.

Mulai dari teh kelor, mie kelor, nasi bakar kelor, bothok kelor, martabak kelor, siomay kelor, pastel kelor, burger kelor dan masih banyak lagi.

Semua produk tersebut telah menjalani uji rasa dan dipasarkan ke sejumlah warga sekitar.

“Paling tidak target skala pasarnya nanti se-ITS, jadi acara-acara di ITS konsumsinya hasil dari Omah Kelor ini,” tandasnya.

Dikarenakan Omah Kelor ini bertempat di Perumahan ITS, sambung Momok, maka secara tidak langsung juga merupakan bagian dari Kampus ITS.

Oleh karena itu, wadah ini juga menjadi parameter konsep Smart City dan program Eco Smart University yang diusung ITS.

“Bantuan dari ITS, salah satunya kami dapat melalui ilmu pengolahan kelor dari para dosen di Fakultas Sains dan Analitika Data,” tutupnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved