Breaking News:

Berita Surabaya

Lewat Buku Arek Suroboyo Menggugat, P2TSIS Diskusi Persoalan Surat Ijo di Surabaya

Perkumpulan Penghuni Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS), menggelar diskusi soal polemik surat ijo di Kota Pahlawan.

SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
P2TSIS, menggelar diskusi soal polemik surat ijo di Surabaya, Sabtu (21/11/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Perkumpulan Penghuni Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS) menggelar diskusi bertajuk forum ilmiah bedah buku 'Mengakhiri Praktik Persewaan Tanah Negara di Surabaya', Sabtu (21/11/2020).

Terdapat buku yang secara khusus dibahas dan dibedah, berjudul 'Arek Suroboyo Menggugat'.

"Buku ini punya future yang luar biasa. karena berisi ilmu yang berguna. Bukan hanya untuk mahasiswa, pemegang surat ijo, tapi juga penentu kebijakan," kata Ketua Dewan Penasehat P2TSIS, Mohammad Faried.

Seperti diketahui, surat ijo merupakan dokumen warga yang menempati tanah pemkot dengan status Hak Penggunaan Lahan (HPL). Warga pemegang surat ini harus membayar retribusi selain PBB.

Polemik surat ijo di Surabaya memang menjadi persoalan klasik. Hingga saat ini isu tentang hal itu memang belum juga usai.

Warga butuh kepastian mengenai status tanah itu. Di dalam buku itu banyak terdapat tulisan dari berbagai pakar dan tokoh yang membahas hal tersebut.

Faried menuturkan, pejuang surat ijo itu tak henti-hentinya menuntut agar permasalahan itu dapat menemui titik terang.

Bahkan, berpikir keras bagaimana kepastian warga itu dapat segera selesai. Sehingga, dengan buku tersebut akan menjadi di antara langkah selanjutnya.

"Buku ini akan jadi rujukan banyak pihak," ungkapnya.

Dalam diskusi yang berlangsung di salah satu hotel di Surabaya itu, banyak pihak yang datang. Di antaranya yang tampak hadir adalah calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor dua, Mujiaman.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved