Breaking News:

UPDATE Pencopotan Baliho Habib Rizieq, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Kompak

Berikut update kasus pencopotan baliho Habib Rizieq atau Rizieq Shihab yang diturunkan oleh prajurit TNI dan vidoenya viral di media sosial.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/Kompas.tv
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Kapolda Metro Jaya mendukung upaya Pangdam Jaya memerintahkan prajurit TNI copoti baliho Habib Rizieq. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Berikut update kasus pencopotan baliho Habib Rizieq atau Rizieq Shihab yang diturunkan oleh prajurit TNI dan vidoenya viral di media sosial.

Seolah kompak, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran mendukung upaya Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman memerintahkan prajuritnya mencopot baliho Habib Rizieq.

Menurut Irjen Fadil Imran, perintah Pangdam Jaya untuk mengamankan Jakarta dari gangguan pemecah persatuan dan kesatuan.

Oleh sebab itu, penurunan baliho Habib Rizieq Shihab yang melanggar aturan bukan berarti melenceng dari tugas TNI.

Baca juga: Pencopotan Baliho Habib Rizieq Berlanjut, Massa FPI Sempat Hadang Tim TNI-Polri

Baca juga: IPW Puji Aksi Prajurit TNI Copot Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon malah Pertanyakan Kewenangan Pangdam

Baca juga: Habib Rizieq Hujat TNI dan Polri, Pangdam Jaya Sebut Rizieq Bukan Habib karena Bahasanya Kotor

Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Rabu (19/8/2020).
Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Rabu (19/8/2020). (tribun jatim/samsul arifin)

Dikutip SURYA.co.id dari Kompas.tv, Fadil menilai hal tersebut bertujuan menjaga NKRI dari upaya-upaya memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Saya dukung yang dilakukan oleh Pangdam Jaya. Memasang baliho ada aturannya.

Harus ada izinnya, harus bayar pajak," ujar Fadil Imran usai pelantikan jabatan Kapolda Metro Jaya di Mabes Polri, Jumat (20/11/2020).

Fadil juga menegaskan, Polda Metro Jaya bakal melakukan tindakan tegas terhadap kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Fadil mengingatkan DKI Jakarta belum aman dari Covid-19, untuk itu keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Semua langkah-langkah upaya yang menimbulkan kerumunan akan kami interfensi dari dini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved