Berita Jember

Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Jember Terus Meningkat, Ini Data Terbaru

Temuan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Jember terus meningkat setiap hari.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
pixabay.com
Foto Ilustrasi 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Temuan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Jember terus meningkat setiap hari.

Bahkan pada Kamis (19/11/2020), ada 107 kasus positif baru yang diumumkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jember.

Kasus baru hari ini bertambah hampir dua kali lipat dari sehari sebelumnya, yang mencapai 60 kasus.

Dengan adanya tambahan kasus baru tersebut, jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Jember mencapai 1.824 per 19 November 2020.

Rinciannya, 341 orang masih dirawat (18,70 persen), 68 orang meninggal (3,73 persen), dan 1.415 orang sembuh (77,58 persen).

Kasus suspek ada 17, dan 278 orang masih dipantau karena memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif.

Selain ada temuan kasus baru, pada 19 November juga tercatat 14 kasus sembuh baru, dan dua meninggal baru.

Dua orang yang meninggal dunia itu tercatat kasus 1.545 dari Kecamatan Sumbersari, dan 1.714 dari Kecamatan Umbulsari.

Salah satu orang yang meninggal itu, tercatat adalah civitas akademika Universitas Jember yang meninggal dunia pada Selasa (17/11/2020) malam.

"Iya, salah satunya termasuk itu (civitas akademika Unej)," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono, Kamis (19/11/2020) malam.

Satgas Penanganan Covid-19 hanya mencatat orang yang meninggal dunia karena Covid-19.

Artinya, pasien meninggal karena Virus Corona dan tidak ada penyakit penyerta.

Sedangkan orang yang meninggal dunia dengan Covid-19, artinya ada penyakit penyerta seperti diabetes atau jantung, maka tidak akan tercatat pada data kasus meninggal dunia di dashboard Satgas Penanganan Covid-19.

Sebelumnya Gatot mengakui, banyaknya temuan kasus baru setiap hari, dikarenakan massifnya pelacakan yang dilakukan oleh Satgas.

Pelacakan itu dimulai dari kasus terkonfirmasi, kontak erat, juga suspek.

Pihak Puskesmas dan rumah sakit juga meningkatkan surveilans ILI (influenza like illness) dan SARI (severe acute respiratory infection).

Salah satu penyumbang penyebab tingginya kasus baru, kata Gatot, karena maraknya kegiatan yang melibatkan kerumunan orang, seperti kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember.

Selain ada beberapa kali aksi demonstrasi, kegiatan belajar tatap muka, juga dibukanya tempat wisata.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved