Breaking News:

Berita Kediri

Hindari Ledakan Covid 19, Pemkot Kediri Pilih Pendekatan Berbasis Komunitas

Khawatir trend ini meningkat dan menjadi ledakan kasus baru, satgas mempersiapkan metode baru untuk menahan sebaran Covid-19.

surya/didik mashudi
Masyarakat memanfaatkan tempat cuci tangan di tempat keramaian Kota Kediri telah ditambah fasilitasnya, Jumat (20/11/2020). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Kediri menjadi 47 orang selama empat hari terakhir, membuat Satgas Penanganan Covid-19 setempat waspada. Khawatir trend ini meningkat dan menjadi ledakan kasus baru, satgas mempersiapkan metode baru untuk menahan sebaran Covid-19.

Salah satunya adalah pendekatan berbasis komunitas atau masyarakat sendiri. Dengan cara ini, diharapkan semua komponen masyarakat bergotong-royong menanggulangi Covid-19 di Kota Kediri.

“Pendekatan yang diambil Pemkot Kediri dalam penanganan Covid-19 adalah berbasis komunitas,” jelas Fauzan Adima, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri, Jumat (20/11/2020).

Fauzan mengimbau masyarakat Kota Kediri untuk saling mengingatkan disiplin protokol kesehatan, dan melaporkan ke satgas apabila menemukan kegiatan masyarakat yang berpotensi kerumunan dan tidak patuh protokol kesehatan.

Melonjaknya kasus positif Covid 19 di Kota Kediri akibat transmisi lokal dari klaster keluarga dan rekan kerja satu kantor. Tercatat sejak 16 - 20 November 2020, ada tambahan 47 warga terkonfirmasi positif di Kota Kediri. Padahal sebelumnya sempat berlangsung landai.

"Salah satu buktinya adalah semakin meningkatnya kasus klaster anggota keluarga, tetangga dan rekan kerja sekantor,” kata Fauzan.

Fauzan mengatakan, ada dugaan salah satu penyebab meningkatnya kasus karena efek libur panjang dua pekan lalu. Banyak yang terkena Covid-19 akibat bepergian keluar kota atau menerima tamu dan keluarga dari luar kota yang mudik.

Sementara Ferry Djatmiko, Plt Kepala Satpol PP Kota Kediri menambahkan, peran perangkat kelurahan sangat dibutuhkan mengingat kegiatan ekonomi juga harus berjalan dengan penerapan protokol kesehatan.

“Setelah peningkatan kasus akhir-akhir ini, kami bersama bapak wali kota mengevaluasi. Salah satu hasil evaluasi, ke depannya kami akan melibatkan perangkat kelurahan untuk memantau kondisi warganya,” jelasnya.

Menurut Ferry, petugas gabungan terdiri Polri, Satpol PP, Polisi Militer (PM) dan TNI terus menggelar operasi yustisi dan non yustisi untuk memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh masyarakat.

Tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 Kota Kediri secara rutin telah diumumkan melalui unggahan vidio Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. ****

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved