Berita Tulungagung
Duka Suami Korban Pembunuhan di Tulungagung, Tangis Pecah saat Jasad Sang Istri Dievakuasi
Sejumlah barang bukti diambil dari dalam rumah, antara lain dingklik (bangku kecil) dan bantal. Namun sekeliling rumah masih dipasang garis polisi.
Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Personil Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr Iskak dan Inafis Satrekrim Polres Tulungagung mengevakuasi tubuh Nikmatur Rohmah (45) dari rumahnya, di Dusun Tanggung RT02 RW03, Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Jumat (20/11/2020) pukul 00.34 WIB.
Nikmatur Rohmah adalah terduga korban pembunuhan, yang ditemukan suaminya, Nuril Huda (50) sepulang yasinan, Kamis (19/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB.
Nuril tak henti-hentinya meneriakkan nama Allah untuk menenangkan perasaannya.
Berulang kali tangis ayah dua anak ini pecah.
Sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung telah selesai melakukan olah TKP.
Sejumlah barang bukti diambil dari dalam rumah, antara lain dingklik (bangku kecil) dan bantal.
Namun sekeliling rumah masih dipasang garis polisi.
"Untuk malam ini kami selesai olah TKP. Jumat pagi, sekitar pukul 08.00 WIB kami lanjutkan olah TKP," terang Kapolsek Bandung, AKP Alpo Gohan.
Diharapkan olah TKP susulan bisa berjalan lancar, karena dilakukan siang hari.
Alpo menambahkan, korban pertama kali ditemukan oleh suaminya.
Saat itu Nuril yang pulang dari yasinan mendapati pintu depan dalam keadaan terkunci.
"Suami korban sempat mengintip dari jendela. Saat itu dia melihat istrinya tergeletak di lantai ruang tengah," sambung Gohan.
Nuril kemudian memutar ke pintu samping dan mendapati pintu tidak dikunci.
Ia kemudian masuk dan memastikan istrinya tidak bernyawa.
Ada sejumlah luka di bagian kepala, antara lain di sekitar mata lebam hingga berwarna biru.
Sedangkan di bagian belakang kepala juga ada bekas pukulan benda tumpul hingga berdarah.
Dari semua jenis lukanya, pelaku tidak menggunakan senjata tajam.
Namun belum dipastikan, alat apa yang dipakai menghabisi korban.
"Kami juga masih akan melakukan otopsi, untuk memastikan penyebab kematian korban," ujar Gohan.
Huda sempat sesenggukan, saat dua anak laki-lakinya tiba dari pondok pesantren.
Dua anaknya kemudian dititipkan ke rumah kerabat, sementara Huda dimintai keterangan di Mapolsek Bandung.