Breaking News:

Pilkada 2020

Debat Kedua Pilbup Ponorogo 2020, Penanganan Kasus Covid-19 Jadi Bahasan Utama

Debat publik tahap dua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/sofyan arif
Pasangan Calon Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Lisdyarita dan Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono usai debat publik kedua Pilbup Ponorogo 2020 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Debat publik tahap dua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo di Gedung Sasana Praja, Kamis (19/11/2020) malam.

Sesuai tema debat yaitu 'Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dan Strategi Daerah Dalam Masa Pandemi Covid-19', isu-isu seputar penanganan Covid-19 menjadi salah satu pembahasan utama di dalam debat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pasangan Calon Bupati (Paslon) Nomor Urut 01 Sugiri Sancoko-Lisdyarita yang bertindak sebagai penantang membandingkan penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo dengan daerah di sekitarnya yaitu Kabupaten Madiun.

Menurut Sugiri, progres keberhasilan penanganan Covid 19 Ponorogo tidak lebih baik dari Kabupaten Madiun yang secara sisi geografis dan sosiologis tidak jauh berbeda.

"Mengapa korban yang meninggal akibat Covid-19 di Ponorogo hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Kabupaten Madiun," ujar Sugiri.

Sementara itu, menurut Paslon Nomor Urut 02 Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono, penanganan Covid-19 di Ponorogo justru bisa dikatakan berhasil.

Hal tersebut dilihat dari tingginya tingkat kesembuhan atau recovery rate Covid 19 di Ponorogo.

"Tingkat kesembuhan Kabupaten Ponorogo berada di atas rata-rata Jawa Timur yaitu 91,4 persen sementara Jawa Timur 88, sekian persen. Artinya penanganan Covid-19 di Ponorogo ini kalau diukur dari tingkat kesembuhan, sukses," jelas Petahana Bupati Ponorogo ini.

Selain itu, untuk mendorong kembali pertumbuhan perekonomian warga, sejak bulan bulan Juli lalu, sejumlah kegiatan masyarakat sudah kembali dijalankan.

Misalnya saja pasar rakyat yang menjadi objek vital perputaran ekonomi di Ponorogo.

Namun begitu, Pemkab Ponorogo telah mewanti-wanti agar selalu mengedepankan protokol kesehatan.

"Jadi kegiatan hajatan sudah mulai, dengan pembatasan jumlah tamu. Pasar juga mulai dihidupkan agar perekonomian warga kita kembali normal," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved