Breaking News:

Pegadaian

Kontribusi Pajak Pegadaian 2019 Capai Rp 1,72 Triliun Dorong Integrasi dengan DJP Diperkuat

Dengan peningkatan ini, Pegadaian dan DJP meneruskan kesepahaman yang diwujudukan dalam nota kesepakatan (MoU) yang dilakukan pada 29 April 2020.

Foto: pegadaian
MoU tahap II antara PT Pegadaian (Persero) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan aktivitas verifikasi/pemetaan Chart of Account (COA), dalam melakukan sinkronisasi ketentuan perpajakan yang berlaku di Pegadaian.    

SURYA.co.id | SURABAYA - Kontribusi pajak PT Pegadaian (Persero) 2019 mencapai Rp 1,72 triliun.

Jumlah yang besar itu mendorong integrasi data bersama Direktorat Jendral Pajak (DJP) diperkuat.

"Kontribusi ini diketahui dari laporan pajak yang menyebutkan pajak Pegadaian terus mengalami peningkatan. Capaian tahun 2019 lebih tinggi dibanding tahun 2018 yang mencapai Rp 1,44 triliun," kata Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Rabu (18/11/2020).

Dengan peningkatan ini, Pegadaian dan DJP meneruskan kesepahaman yang diwujudukan dalam nota kesepakatan (MoU) yang telah dilakukan pada 29 April 2020 lalu, kemudian dikuatkan MoU tahap kedua pada Rabu (18/11/2020).

Untuk MoU tahap pertama, PT Pegadaian telah menyelesaikan implementasi pelaksanaan e-faktur dan e-bupot.

E-faktur adalah faktur yang dibuat melalui aplikasi atau sistem yang berbasis elektronik, sedangkan e-bupot (bukti potong elektronik) adalah bukti pemotongan yang dibuat secara digital.

Sedangkan MoU tahap II kali ini mencakup aktivitas verifikasi/pemetaan Chart of Account (COA) yaitu melakukan sinkronisasi ketentuan perpajakan, jenis pajak yang dipungut, serta akun/mata anggaran yang berlaku di Pegadaian.

Dengan penandatanganan MOU ini diharapkan dapat memastikan kesesuaian antara ketentuan perpajakan, dengan praktek yang telah dilaksanakan di Pegadaian.

“Program integrasi data perpajakan ini sangat bermanfaat dalam memudahkan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan, serta meningkatkan akurasi data perpajakan perusahaan. Hal ini tentu membantu kami sebagai wajib pajak dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Kuswiyoto.

Pihaknya juga menyambut baik dan mendukung secara penuh program integrasi data perpajakan tersebut.

 Hal ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang dijalankan oleh Pegadaian dan amanat Kementerian BUMN yang meminta seluruh BUMN untuk melakukan integrasi data perpajakan.

Direktur Jendral Pajak, Suryo Utomo memberikan apresiasi kepada Pegadaian yang telah berhasil melakukan integrasi data perpajakan sejak April 2020.

"Integrasi data perpajakan yang dilakukan sangat membantu dalam efisiensi dan mengurangi cost of compliance dengan meminimalisasi kesalahan administrasi perpajakan," jelas Suryo.

Dia berharap kolaborasi antara DJP dan Pegadaian dapat memberikan manfaat dan kemudahan dalam proses kerja yang lebih efektif dan efisien.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved