Pilwali Blitar 2020

Cegah Kerumunan, KPU Kota Blitar Usulkan Rapid Test untuk KPPS dan Linmas Digelar Tiap Kecamatan

KPU Kota Blitar sedang mempersiapkan rapid test bagi petugas KPPS dan Linmas untuk pelaksanaan pemungutan suara di Pilwali Blitar 2020

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Samsul Hadi
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya. 

SURYA.co.id | BLITAR - KPU Kota Blitar sedang mempersiapkan rapid test bagi petugas KPPS dan Linmas untuk pelaksanaan pemungutan suara di Pilwali Blitar 2020.

Sesuai rencana, rapid test bagi petugas KPPS dan Linmas dilaksanakan dua hari pada 28-29 November 2020.

"Kami masih koordinasi dengan Pemkot Blitar terkait rapid test bagi KPPS dan Linmas. Karena Pemkot yang memfasilitasi," kata Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya, Rabu (18/11/2020). 

Rangga menuturkan Pemkot Blitar berencana melakukan rapid test bagi petugas KPPS dan Linmas di salah satu rumah sakit swasta di Kota Blitar. 

KPU khawatir kalau rapid test dilaksanakan di satu tempat akan menimbulkan kerumunan.

Sebab, jumlah petugas KPPS dan Linmas yang akan dirapid test sebanyak 2.331 orang terdiri atas 1.813 petugas KPPS dan 518 Linmas. 

"Kalau dilaksanakan dua hari di satu tempat dengan jumlah peserta rapid test sebanyak 2.331 orang, kami khawatir akan menimbulkan kerumunan," ujarnya. 

Untuk itu, kata Rangga, KPU mengusulkan ke Pemkot Blitar agar rapid test untuk petugas KPPS dan Linmas bisa dilaksanakan di tiap kelurahan atau di kecamatan. 

"Kami juga sudah diperingatkan provinsi agar pelaksanaan rapid test petugas KPPS dan Linmas bisa dilakukan di tiap kelurahan atau kecamatan agar tidak menimbulkan kerumunan," katanya. 

Menurutnya, KPU masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemkot Blitar terkait teknis pelaksanaan rapid test bagi petugas KPPS dan Linmas. 

"Kami akan melakukan koordinasi lagi dengan Pemkot terkait rapid test petugas KPPS dan Linmas. Kami berharap pelaksanaan rapid test bisa di kecamatan," ujarnya. 

Dikatakannya, jika dari hasil rapid test ada petugas KPPS yang dinyatakan reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan tes swab. Jika hasil tes swab ternyata positif, KPU menyerahkan penanganannya ke Satgas Covid-19. 

"Tapi, kami tidak akan mengganti petugas KPPS yang dinyatakan reaktif rapid test maupun positif Covid-19. Karena diregulasi tidak mengatur masalah itu," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved